Menanggapi Perubahan Pola UTBK SBMPTN 2020 di Masa Pandemi Covid-19

473 hit
Menanggapi Perubahan Pola UTBK SBMPTN 2020  di Masa Pandemi Covid-19

Linda Oktavianti, SE, MM, MPDE

Mahasiswa S3 Kajian Lingkungan dan Pembangunan Universitas Negeri Padang

Masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) merupakan cita-cita semua siswa yang menamatkan pendidikan sekolahnya di SMA/SMK/MA. Apalagi, jika mereka lulus dan masuk PTN favorit dengan jurusan yang diinginkan serta menjanjikan di masa depan. Sebagaimana diketahui, untuk masuk PTN ini, siswa perlu bersaing dengan ratusan ribu kompetitor lainnya yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Jalur masuk PTN ini ada berbagai cara, antara lain jalur undangan Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), jalur UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer), jalur Mandiri, dan ada beberapa PTN yang membuka untuk jalur prestasi dan lainnya.

Salah satu jalur masuk PTN adalah jalur SBMPTN, pada jalur ini siswa akan menghadapi UTBK terlebih dulu. Awalnya, pelaksanaan SBMPTN tahun ini akan dilaksanakan hampir sama dengan tahun sebelumnya. Namun, dikarenakan adanya pandemi Covid-19, maka mewajibkan seluruh orang untuk menjaga jarak dan menghindari keramaian (social distancing/physical distancing) untuk memutus rantai penularan Covid-19 ini. Memperhatikan situasi ini, Lembaga Tinggi Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT ) Negeri dibawah naungan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) mengeluarkan edaran bago Tim Pelaksana LTMPT, Nomor : 11/SE.LTMPT/2020 tentang perubahan jadwal pelaksanaan UTBK 2020.

Pendaftaran dan pelaksanaan UTBK akan tetap dilaksanakan. Mulanya, pendaftaran UTBK yang akan dimulai pada tanggal 30 Maret -- 11 April 2020, dan ujiannya sebanyak dua kali yaitu tanggal 20 -- 26 April 2020 kemudian tanggal 01 -- 03 Mei 2020 yang masing-masing per harinya terdiri dari dua sesi. mengalami perubahan yaitu ; pendaftaran UTBK akan dimulai tanggal 2 -- 20 Juni 2020 disertai langsung dengan pendaftaran SBMPTN (pemilihan jurusan di PTN) serta pelaksanaannya hanya satu kali yaitu tanggal 5 -- 12 Juli 2020 dimana per harinya terdiri dari empat sesi. Dan perlu diketahui bahwa pada pelaksanaan UTBK tahun sekarang Tes Kompetensi Akademik (TKA) Saintek/Soshum pada materi tes ujian ditiadakan, dengan kata lain materi tes yang diujikan hanya Tes Potensi Skolastik (TPS). Artinya, bisa dikatakan persaingan untuk merebut kursi di PTN menjadi lebih ketat bagi siswa/i kelas XII mengingat pelajaran bidang tidak diujikan lagi. Linda mengungkapkan bahwa, "Saya menyetujui perubahan pelaksanaan UTBK dari dua kali menjadi satu kali karena berdasarkan pengalaman yang saya lihat skor yang diperoleh oleh kebanyakan peserta dari UTBK yang pertama dan kedua tidak terlalu menunjukkan perubahan, kalaupun naik, naiknya hanya sedikit dan bahkan ada yang turun. Jika ujian dilakukan hanya sekali tentunya siswa/i bisa mempersiapkan diri lebih matang"

Linda Oktavianti memaparkan beberapa poin yang patut diperhatikan pada perubahan pelaksanaan UTBK 2020 yang timbul akibat pandemi Covid-19, "Pertama, ujian tetap akan diadakan massal tapi harus mematuhi protokol kesehatan covid-19. Kedua, materi ujian hanya TPS (Tes Potensi Skolastik). TPS 2020 ini sama materi dan bentuknya dengan TPS 2019. Namun, karena ada pengurangan waktu, maka soalnya akan dikurangi. Tetapi, pada subbab tes pemahaman kuantitatif kali ini memuat pengetahuan akan matematika dasar serta akan ada beberapa soal yang disajikan dalam bentuk Bahasa Inggris. Karena ujian hanya TPS, artinya disini adalah 100% nilai siswa akan diambil dari ujian TPS ini, yang berbeda dari tahun sebelumnya, TPS nilainya diambil 60% dan TKA 40%. Pada tahun ini, kelompok ujian hanya saintek dan soshum. Tidak ada yang membedakan materi TPS antara saintek dan soshum, sama saja. Ketiga, pemilihan prodi pada tahun ini agak berbeda karena SBMPTN kali ini membuka peluang untuk kita memilih PTN Politeknik (ada 8 PTN Politeknik). Banyak pilihan prodi maksimal 2, boleh dari PTN yang sama atau boleh dari PTN yang berbeda. Tetapi, peraturannya seperti ini : Jika pilihan pertama memilih prodi dari PTN non-politeknik maka pilihan kedua juga harus prodi dari PTN non-politeknik. Tetapi, jika pilihan pertama memilih prodi dari PTN politeknik maka pilihan kedua juga harus prodi dari PTN politeknik. Jadi, kesimpulannya siswa boleh memilih dua PTN berbeda tapi masih dalam satu jenis PTN (PTN non-politeknik saja atau PTN Politeknik saja)."

Linda menambahkan, "Banyak siswa yang bingung dengan pemilihan prodi pada PTN dikarenakan kelompok ujian hanya ada dua yaitu kelompok ujian saintek(IPA), kelompok ujian soshum (IPS) tidak ada kelompok ujian campuran karena materi tes hanya TPS. Namun, berdasarkan laman LTMPT, pemilihan prodi sesuai persyaratan jurusan SMTA yang ditetapkan PTN (https://ltmpt.ac.id). Artinya disini adalah siswa jurusan IPA bisa memilih prodi soshum jika prodi tersebut menerima jurusan IPA pada persyaratan jurusan SMTA. Contonhnya : siswa jurusan IPA ingin memilih prodi Akuntasi UNAND (dibolehkan, karena jika di buka persyaratan prodi Akuntansi UNAND, prodi tersebut memiliki persyaratan jurusan SMTA, jurusan IPA & IPS). Sebaliknya, siswa jurusan IPS juga bisa mengambil prodi saintek jika prodi tersebut menerima jurusan IPS pada persyaratan jurusan SMTA. Contonhnya : siswa jurusan IPS ingin memilih prodi Aktuaria UGM (dibolehkan, karena jika kamu buka persyaratan prodi Aktuaria UGM, prodi tersebut memiliki persyaratan jurusan SMTA, jurusan IPA & IPS)."

Penilaian skor UTBK sendiri menggunakan sistem IRT (Item Response Theory) atau Teori Response Butir yang mana tidak berlaku lagi bahwa jika peserta menjawab benar diberikan poin 4 yang tidak menjawab diberikan poin 0 dan yang salah diberikan poin minus 1, tetapi sistem ini hanya menghitung skor dari jawaban yang benar. Jawaban salah dan kosong diberikan poin 0.Kemudian, soal dibedakan menjadi tiga kategori tingkat kesulitan yaitu soal mudah, sedang dan sulit. Masing-masing kategori soal mempunyai skor yang berbeda. Soal berkategori model sulit tentunya mempunyai skor lebih tinggi dibandingkan soal berkategori sedang dan mudah jika dijawab benar oleh peserta. Jadi, bisa saja dua orang siswa yang menjawab soal benar dengan jumlah yang sama memiliki nilai skor yang berbeda. "Dengan dipakainya sistem ini, para siswa/i peserta UTBK SBMPTN 2020 bisa memaksimalkan kemampuannya dalam menjawab soal, karena berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya (tahun 2018 ke bawah) yang menggunakan sistem minus peserta tidak berani menjawab semua soal dikarenakan takut jika jawabannya salah akan mengurangi/mempengaruhi i skor nilai mereka." imbuh Linda.

Terakhir, Linda juga memberikan pesan kepada siswa/i peserta UTBK SBMPTN 2020, "Tetaplah fokus berlatih soal, jika peserta UTBK sering mengerjakan latihan soal atau Try Out, dengan seringnya ikut Try Out dan latihan soal , tentunya peserta ini akan mengetahui sendiri soal yang bertipe mudah, sedang dan sulit. Pada hari ujian nanti, usahakan menjawab soal dengan tipe soal mudah, sedang dan sulit dengan seimbang. Jangan terlalu berfokus pada soal sulit saja, sehingga soal yang mudah jadi tidak sempat di kerjakan karena terganjal waktu . Memang benar bahwa Covid-19 sedikit banyaknya mengakibatkan aktivitas kita menjadi terhambat, namun jangan jadikan hambatan untuk meraih masa depan kita, karena masa depan itu pasti akan datang dan kehidupan akan tetap terus berjalan. Tetap digarisbawahi bahwa setiap kita menjalankan aktivitas harus mematuhi protokol Covid-19 yang telah dicanangkan pemerintah sebagai bentuk ikhtiar diri kita dan bentuk kepedulian kita untuk menghentikan laju penularan Covid-19 ini." Linda juga menambahkan, "Mudah-mudahan Covid-19 ini cepat berlalu dan kita semua selalu dalam keadaan sehat wal'afiat sehingga bisa menjalankan aktivitas kita sebagaimana biasanya. Amin."

Komentar