Ratusan Petugas KPPS di Padang Reaktif

Metro- 30-11-2020 21:24
Ketua KPU Kota Padang Riki Eka Putra (Dok : Istimewa)
Ketua KPU Kota Padang Riki Eka Putra (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Sebanyak 469 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dinyatakan hasil rapid testnya reaktif.

Jumlah itu merupakan bagian dari 9 ribuan orang petugas yang jalani rapid test yang diadakan KPU Kota Padang sepanjang Kamis (26/11) hingga Sabtu (28/11) kemarin.

"Untuk sementara, baru 469 orang petugas yang diketahui hasilnya reaktif. Jumlah itu mungkin bisa saja bertambah atau tidak karena Senin (30/11) ini ada lagi sekitar 3 ribuan petugas KPPS yang jalani rapid test di berbagai Puskesmas," ungkap Ketua KPU Kota Padang, Riki Eka Putra saat dihubungi Arunala.com , di Padang, Senin malam (30/11).

Menurut Riki, petugas yang reaktif diharuskan untuk melakukan tes lanjutan dengan uji PCR Swab, sebelum jadwal pemungutan suara 9 Desember mendatang.

"Sebagian hasilnya sudah keluar dan dinyatakan negatif. Tapi untuk hasil keseluruhan masih menunggu dari laboratorium," kata dia.

Ia mengatakan, nantinya jika dari tes PCR swab dinyatakan positif, petugas tersebut dilarang untuk melaksanakan tugasnya hingga dinyatakan negatif.

"Jadi In Syaa Allah, paling tidak pada Sabtu (5/12) nanti, kami sudah mendapatkan data yang fix seputar hasil rapid test semua petugas KPPS itu," jelasnya.

Riki menambahkan, target KPU Padang dalam pilkada ini, seluruh penyelenggaran yang ada di TPS tidak ada statusnya sebagai orang yang terpapar Covid.

Ditanya, apakah pemeriksaan rapid test ribuan KPPS Kota Padang itu bisa tuntas secepatnya, mengingat Pilkada serentak tinggal hitungan hari saja?

Riki menjawab, untuk soal ini, KPU RI sudah membuat jalan keluarnya, pertama sepanjang masih ada lima orang anggota KPPS yang bisa bertugas di hari H itu, maka pemungutan suara tetap dilanjutkan.

"Tapi apabila kurang dari lima orang, karena masih ada anggota KPPS di satu TPS yang statusnya masih reaktif atau positif Covid, maka dilakukan pergantian," tukas Riki.

Terhadap anggota KPPS pengganti, Riki menyebut, mereka yang direkrut dalam situasi tidak normal, maka akan dilakukan pendekatan khusus, namun mereka harus menjalani prosedur standar, misalnya ikut rapid test juga.

"Karena kami yakin, pola rekrutmen khusus ini tidak mungkin banyak dan sifatnya situasional," jelas Riki.

Komentar