12.548 Orang Pengawas Lapang Jalani Rapid Test

Metro- 08-12-2020 20:50
Kepala Kesekretariatan Bawaslu Sumbar, Karnalis Kamaruddin saat memantau logistik Pilkada serentak 2020 di gudang logistic KPU Kota Payakumbuh kemarin. (Foto : Arzil)
Kepala Kesekretariatan Bawaslu Sumbar, Karnalis Kamaruddin saat memantau logistik Pilkada serentak 2020 di gudang logistic KPU Kota Payakumbuh kemarin. (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Keharusan penyelenggara Pilkada serentak 2020 harus menjalani rapid test tidak hanya dilakukan kepada anggota KPPS, pihak Bawaslu dengan melakukan hal yang sama kepada petugas pengawasan lapangan (PL) mereka untuk TPS.

Untuk Sumbar, Bawaslu provinsi ini mengaku telah melakukan rapid test kepada 12.548 orang, jumlah ini sama banyak dengan TPS pilkada serentak 2020 kali di Sumbar," kata Kepala Kesekretariatan Bawaslu Sumbar, Karnalis Kamaruddin kepada Arunala.com , kemarin.

Para pengawas lapangan TPS yang dibentuk Bawaslu Sumbar ini, sebut Karnalis, dibekali identitas berupa kokarde, rompi dan topi.

Baca Juga

Dia melanjutkan, dari 19 kabupaten kota di Sumbar, sudah 100 persen pengawas lapangan yang jalani rapid test. Terakhir rapid test dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) pada Senin (7/12).

"Soalnya di daerah itu dari 1034 pengawas TPS yang sebelumnya telah direkrut, ada sebanyak 18 orang diantaranya reaktif hasil rapid test-nya. Pada hal 18 orang itu sudah menjalani dua kali rapid test, namunnya hasilnya masih reaktif," kata Karnalis.

Mendapati ada 18 orang pengawas TPS di Pasbar itu yann diganti, maka mereka yang jadi PAW juga harus jalani rapid test, dan itu dilakukan Senin (7/12) kemarin.

Selain di Pasbar, dari 265 petugas TPS di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 24 orang diantaranya di hari Senin itu juga ikuti rapid test.

"Pelaksanaan rapid test di kabupaten itu bukan disebabkan adanya personel pengawas TPS yang reaktif, melainkan karena ada kendala menyangkut geografis daerahnya," jelas Karnalis lagi.

Ditanya jika hasil rapid test pengawas TPS di dua daerah itu menunjukkan reaktif, sementara hari pemungutan suara dilakukan Rabu (9/12) besok, apa yang akan dilakukan Bawaslu Sumbar?

Karnalis menjawab bila 42 orang pengawas TPS itu hasilnya reaktif, maka Bawaslu akan segera menentukan sikap.

"Jika hasilnya reaktif, maka kami menurunkan seorang staf Bawaslu untuk mengawasi TPS di tempat 42 pengawas itu bertugas," kata Karnalis.

Dia juga menerangkan, sebelum bertugas masing-masing pengawas TPS sudah harus menggantongi surat bebas reaktif dari Dinkes dalam hal ini UPDT Labor Kesehatan.

"Soalnya Bawaslu kerjasama dengan Labor Kesehatan itu untuk pelaksanaan rapid test itu. Sekaligus menjaga hari pemungutan suara berjalan aman dari Covid-19," kata Karnalis Kamaruddin.

Komentar