Informasi Masuk Kategori Tertinggi

Metro-31 hit 05-01-2021 16:51
Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar Adrian Tuswandi. (Dok : Istimewa).
Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar Adrian Tuswandi. (Dok : Istimewa).

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar Adrian Tuswandi, menilai informasi tentang vaksin Covid-19 merupakan informasi terpenting dan klasifikasi tertinggi dari empat klasifikasi informasi publik.

Penjelasann Adrian Tuswandi itu berhubungan dengan masih adanya pro kontra soal vaksin Covid-19 di Indonesia yang masih bergulir. Di sisi lain, vaksin ini sudah dalam tahap pendistribusian ke sejumlah provinsi.

"Tidak sampai di situ, bahkan Presiden RI Joko Widodo juga memastikan menjadi orang pertama yang siap disuntik vaksin Covid-19 ini," kata Adrian Tuswandi kepada Arunala.com , di Padang, Selasa (5/1).

Baca Juga

Meski sudah ada kejelasan soal vaksin Covid-19 itu, lanjutnya, tetap saja masih ada informasi dibikin seperti menakutkan bagi masyarakat.

"Sejatinya, informasi publik tentang vaksin Covid-19 adalah informasi serta merta yang harus terbuka karena menyangkut hajat dan keselamatan serta kesehatan orang banyak," tukas Adrian Tuswandi.

Menurutnya, vaksin Covid-19 dengan segala formulanya termasuk efeknya menjadi hak publik untuk tahu. Pada UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengklasivikasi ada empat informasi itu.

Pertamaa yakni Informasi Publik setiap saat ada, kedua Informasi Publik diumumkan secara berkala. Ketiga yakni Informasi Publik diumumkan serta merta dan Keempat Informasi Publik dikecualikan.

Terkait kategori tertinggi klasifikasi informasi publik tentang vaksin, maka UU 14 tahun 2008 mengatur pasal pidana di pasal 51 sampai 57.

"Di pasal itu diatur setiap orang bisa dipidana jika menyebarkan informasi menyesatkan dan tidak benar yang mengakibatkan keresahan publik banyak, sifat pemidanaannya delik aduan," ujar Adrian.

Sehinggaa itu Adrian berharap pihak berkompeten tentang vaksin ini mulai dari hilir sampai hulu mesti satu suara memasifkan informasi vaksin Covid-19.

"Dan untuk memastikan pola informasinya, pemerintah di setiap tingkatan harus satu suara dan bisa menggandeng media pers dan komisi informasi," ujar Adrian.

Menyinggung Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama disuntik vaksin Covid-19, menurut Adrian, itu berarti informasi soal vaksin itu sudah clear (jelas).

"Kalau vaksin yang diberikan kepada Presiden hanya coba-coba, maka itu kejahatan besar kepada kepala negara," kata Adrian Tuswandi.

Komentar