Gempa Guncang Mamuju, Dua Rumah Rusak

Metro-144 hit 14-01-2021 19:55
Salah satu rumah warga Mamuju yang rusak akibat gempabumi yang terjadi Kamis siang (14/1). (Dok : Istimewa)
Salah satu rumah warga Mamuju yang rusak akibat gempabumi yang terjadi Kamis siang (14/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Jakarta, Arunala -- Dua rumah warga Mamuju rusak saat gempa M5,9 terjadi pada Kamis siang (14/1), pukul 13.35 WIB. Pascagempa terjadi, pihak Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan terkait dampak gempa yang terjadi di darat sekitar 4 km barat laut Majene Sulawesi Barat. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam rilisnya, Kamis siang (14/1) menyebutkan laporan sementara lainnya menyebutkan 1 unit barak Sabhara Polda Sulawesi Barat juga ikut rusak. "Di samping itu, satu orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis," kata Raditya. Sementaera itu, dia menyebutkan, BPBD Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan guncangan kuat. Warga merasakan gempa kuat selama kurang lebih 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah. "Setelah gempa terjadi, BPBD Kabupaten Majene melakukan koordinasi dengan perangkat kecamatan dan desa terkait dampak dari gempa," lanjut Raditya. Sedangkan BPBD Kabupaten Mamuju menginformasikan warganya merasakan guncangan kuat 3 hingga 4 detik. Masyarakat juga panik dan keluar rumah. "Tim Reaksi Cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan dampak gempa," sebutnya. Tidak itu saja, Raditya juga menyampaikan pihaknya juga dapat informasi dari BPBD Kabupaten Poliwali Mandar. Menyebutkan gempa juga dirasakan kuat oleh masyarakat sekitar 3 detik lamanya. Masyarakat panik dan keluar rumah untuk menghindari dampak buruk gempa. "Gempa dengan kedalaman 10 km ini tidak memicu terjadinya tsunami," terang Raditya. Dari pengamatan Raditya, melihat analisis peta guncangan BMKG dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M5,9 memicu kekuatan guncangan IV MMI di Mamuju, III -- IV MMI di Majene, Mamuju Utara, Majuju Tengah, III MMI di Toraja, Mamasa, II -- III MMI di Pinrang, Pare-pare, Wajo, Polewali Mandar, Tanah Grogot, II MMI di Balikpapan. Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala IV MMI menunjukkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi. Skala III MMI menunjukkan adanya getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sedangkan II MMI, ini menunjukkan adanya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. " Hingga saat ini BNPB terus melakukan koordinasi dengan beberapa BPBD untuk memonitor kondisi pascagempa," kata Raditya.

Komentar