Suwirpen: Kalau Memang Permintaan, Harus Dilakukan

Metro-277 hit 20-01-2021 21:07
Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib. (Dok : Istimewa)
Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Permintaan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas agar jemaah calon haji Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji tahun 2021 dapat prioritas vaksinasi Covid-19, dinilai Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib masih perlu menunggu kejelasan.

Menurut Suwirpen, pemberian vaksinasi kepada jemaah calon haji itu memang sebagai upaya untuk menghilangkan rasa kekhawatiran jemaah tentang Covid.

"Namun, untuk pelaksanaan pemberian vaksinasi itu alangkah lebih baik menunggu kejelasan pihak Arab Saudi, vaksin jenis apa yang akan diberikan," kata Suwirpen ketika dihubungi Arunala.com di Padang, Rabu (20/1).

Kalau pemerintah Arab Saudi, sebut dia, semua jemaah calon haji Indonesia harus divaksin, maka itu perlu dilakukan.

"Namun sekali lagi saya katakan, tentu pemerintah kita harus menunggu lebih dulu, jenis vaksin apa yang diberikan kepada semua calon jemaah haji kita itu," ujar Suwirpen lagi.

Dan lagi, lanjutnya, waktu untuk pelaksanaan haji kan masih ada beberapa bulan lagi, sehingga hal itu memberi waktu bagi pemerintah untuk melihat seperti apa permintaan pemerintah Arab Saudi itu.

Selain itu, Suwirpen menilai dengan pemberian vaksinasi itu demi kebaikan dan kesehatan jemaah haji indonesia juga nantinya di Arab Saudi nanti.

"Jadi kalau memang ada harus divaksin alangkah bagusnya, sebab saat ini beredar berbagai isu ada vaksin yang kurang bagus dan yang bagus, sehingga hal ini menjadikan masyarakat bingung dibuatnya," terang Suwirpen.

Dia juga menyampaikan, khusus bagi calon jemaah haji yang akan berangkat kalau memang diwajibkan vaksin, maka bagi mereka yang tidak mau divaksin risikonya tentu mereka tidak bisa berangkat.

Sebelumnya, Menag Yaqut melalui suratnya tertanggal 5 Januari 2021meminta kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, terkait permohonan dukungan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.

"Dalam rangka menjamin dan memberikan perlindungan, kami telah bersurat ke Menkes, meminta agar jemaah haji tahun 1442 H/2021 M mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19," ujar Menag Yaqut di Jakarta, Selasa (19/1).

Menag menyampaikan beberapa pertimbangan kenapa calon jemaah haji Indonesia perlu mendapat prioritas vaksinasi. Pertama, jemaah calon haji Indonesia tahun 2021 kemungkinan akan ditolak kedatangannya oleh otoritas Arab Saudi apabila belum dilakukan vaksinasi Covid-19.

Kedua, jika belum divaksin, maka perlu alokasi waktu, tempat, dan biaya untuk karantina jemaah, sebelum dan setibanya di Arab Saudi. Ketiga, jika belum divaksin, maka jemaah harus melakukan PCR Swab saat karantina, sebelum dan setiba di Arab Saudi.

"Dan keempat, jika belum divaksin, perlu penerapan physical distancing di embarkasi, selama penerbangan dan selama di Arab Saudi, serta setibanya jemaah di Tanah Air," kata Menag Yaqut.

Komentar