Nunu: Pelabuhan Pintu Perekonomian Daerah

Ekonomi-305 hit 04-02-2021 20:53
Sebagian para wartawan yang ikut menyaksikan langsung proses penyandaran kapal di pelabuhan Teluk Bayur, Kamis (4/2). (Dok : Istimewa)
Sebagian para wartawan yang ikut menyaksikan langsung proses penyandaran kapal di pelabuhan Teluk Bayur, Kamis (4/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Sebanyak 20 orang wartawan dari berbagai media yang ada di Kota Padang mengikuti media gathering 2021 yang diadakan IPC Cabang Teluk Bayur, Kamis (4/2).

Dalam kegiatan itu, para jurnalis itu disuguhi berbagai informasi tentang apa dan bagaimana IPC Teluk Bayur, mulai dari sejarah transformasi pelabuhan yang dulu bernama Port Emma Heaven hingga berubah menjadi IPC Teluk Bayur.

"Pelabuhan jadi kebanggaan orang minang ini sudah beberapa kali bertranformasi, yang dulu dikenal Emma Haven, kemudian pada 1983 berubah status jadi Perum, seterusnya di tahun 1992 menjadi PT (Persero) Pelabuhan II Cabang Teluk Bayur," ungkap General Manager (GM) IPC Teluk Bayur, Nunu Husnul Khitam didamping para wakilnya kepada wartawan yang hadir dalam kegiatan media gathering itu.

Baca Juga

Tidak sampai di situ, Nunu menerangkan, pelabuhan Teluk Bayur kembali bertransformasi pada 2012, yang sebelumnya bernama Pelindo bertranformasi lagi menjadi IPC.

"Sejalan terjadinya transformasi, IPC Teluk Bayur pada 2020 kemarin telah membuat road map program kerja yang dengan corporate value IPC Teluk Bayur yaitu amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif yang disingkat dengan AKHLAK," terang Nunu.

Guna mengimplementasikan road map kerja itu, sambung Nunu, maka dibuat inovasi dan strategi, mempercepat inovasi dan implementasi digital dan meningkatkan kolaborasi serta partnership dengan berbagai pihak.

Dia juga sampaikan, banyak pihak dulunya yang tidak tahu pelabuhan itu apa. Sebab ada anggapan pelabuhan itu kental dengan kesan premanismenya atau juga buruh kasar.

Namun, dengan transformasi yang dilakukan, maka kini pelabuhan justru menjadi sarana vital bagi pemerintah. Soalnya posisi pelabuhan sekarang sebagai pintu gerbang perekonomian suatu daerah.

"Nah kalau pintu itu tertutup tentu mengganggu perekonomian daerah itu terganggungu pula," tukas Nunu lagi.

Mengingat sebagai pintu perekonomian, tidak salah kiranya jika kini pelabuhan Teluk Bayur berubah pengelolaannya kepada bisnis model.

"Sebab dibawah naungan BUMN, semua pelabuhan yang di kelola IPC termasuk di Teluk Bayur harus bergerak lincah dalam menangkap peluang yang ada di masa era digitalisasi ini," tukas Nunu

Kemudian, terhadap para wartawan yang hadir dalam media gathering 2021 IPC Teluk Bayur itu, Nunu minta apabila ada pemberitaan yang menyangkut pelabuhan Teluk Bayur, maka pemberitaannya harus berimbang. Soalnya di pelabuhan ini ada banyak instansi lain yang terkait di pelabuhan selain IPC.

Usai melakukan sesi ramah tamah dan Tanya jawab, pihak IPC Teluk Bayur lalu membawa para wartawan itu ke bagian dermaga dan mengajak naik kapal tunda.

Ini bertujuan agar para rekan-rekan wartawan melihat langsung dari dekat bagaimana proses penyandaran kapal yang dilakukan IPC, yang merupakan bagian dari pelayanan kapal yang dilakukan di pelabuhan Teluk Bayur ini," kata Asisten Deputi GM (ADGM) Komersil IPC Teluk Bayur, Ribut Heru Santoso.

Komentar