Polda Aceh Ungkap Kasus Narkotika Jaringan Internasional

Metro-208 hit 11-02-2021 21:57
Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada M Phil dalam Konferensi pers terkiat penangkapan 353 kg sabu di Aula Serba Guna Mapolda Aceh, Kamis (11/2). (Dok : Istimewa)
Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada M Phil dalam Konferensi pers terkiat penangkapan 353 kg sabu di Aula Serba Guna Mapolda Aceh, Kamis (11/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Banda Aceh, Arunala - Kepolisian Daerah Aceh, menggelar konferensi pers terkait pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 353 Kg jaringan internasional dan dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada M Phil di Aula Serba Guna Mapolda Aceh, Kamis (11/2).

Dari rilis yang diterima Arunala.com dari Humas Polda Sumbar, menyebutkan dalam konferensi pers tersebut Kapolda Aceh mengungkapkan, di satu sisi ini merupakan suatu keberhasilan Polri dalam memberantas narkotika, namun di sisi lain Kapolda Aceh ini sangat prihatin melihat masih ditemukannya narkotika jenis sabu seberat 353 kg di Aceh.

"Saya prihatin melihat sabu seberat itu masih ada di Aceh, ini sangat berpotensi untuk menghancurkan generasi emas Aceh," ucap Wahyu Widada.

Baca Juga

Dirinya mengharapkan, dalam hal ini awak media agar ikut membantu kepolisian untuk mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkotika dan ikut membantu memberantasnya.

"Awak media harus ikut membantu kepolisian dan kita semua harus bersatu untuk memberantas narkotika. Kalau tidak, mereka akan memanfaatkan setiap celah untuk mensuplay narkotika ke Aceh," ujarnya.

"Kita harus menyamakan visi untuk membebaskan Aceh dari peredaran narkotika. Kami dari kepolisian juga siap menindak tegas dan terukur agar mereka tidak coba-coba memasok narkotika ke Aceh," tegas Wahyu Widada.

"Pengungkapan kasus narkoba ini dilakukan Polda Aceh untuk menyelamatkan generasi emas Aceh sebanyak 1.760.000 jiwa dari barang haram tersebut," tegasnya lagi.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, menambahkan, sebenarnya informasi soal kasus ini sudah didapat sejak pertengahan Desember lalu.

"Setelah itu langsung kami membentuk tim dan melibatkan pihak Bea Cukai karena modus mereka menggunakan jalur laut," kata Krisno.

Ia menjelaskan, negara penghasil narkoba terbesar saat ini adalah Meksiko, Myanmar, dan Negara Timur Tengah yaitu Afganistan.

"Nantinya kami juga akan bekerja sama dengan kawan luar negeri dan agenci penegak hukum internasional," ucapnya.

Karena itu, Krisno mengharapkan, semua pihak harus bekerjasama dan pengungkapan ini merupakan hasil dari kerjasama tersebut.

"Kita harus bekerjasama untuk memberantas narkoba ini, karena kejahatan internasional khusus narkotika saat ini juga dilakukan dengan cara teroganisir, maka kita juga harus terorganisir untuk memberantasnya," pungkas Jenderal bintang satu dari Mabes Polri tersebut.

Komentar