SPFC Bakal Bentuk Tim Academy di 2021

Olahraga-92 hit 15-02-2021 09:25
Pelatih Semen Padang FC lakukan seleksi kepada sejumlah calon yang akan dijadikan Tim Academy SPFC, di lapangan sepakbola Indarung, Minggu (14/2). (Foto : Can)
Pelatih Semen Padang FC lakukan seleksi kepada sejumlah calon yang akan dijadikan Tim Academy SPFC, di lapangan sepakbola Indarung, Minggu (14/2). (Foto : Can)

Penulis: Can

Padang, Arunala - Tim Semen Padang FC (SPFC) menggelar seleksi pemain yang nantinya akan menjadi bagian tim SPFC Academy. Seleksi ini merupakan lanjutan dari proses pemantauan bakat yang dilakukan pada turnamen Katapolos Cup beberapa waktu lalu.

Seleksi tersebut dilakukan pada hari ini, Minggu (14/2) di Lapangan latihan tim SPFC, Indarung.

Proses seleksi dilakukan oleh Tim Talent Scouting SPFC dengan pelatih Welliansyah dan Hendra Susilo bersama Pelatih Kepala SPFC Academy, Hengki Ardiles.

Baca Juga

Pemain yang berhasil terjaring bakatnya tersebut, berasal dari berbagai daerah di Sumbar seperti, Payakumbuh, Tanahdatar, Sijunjung dan Padang. Nantinya para pemain tersebut akan menjalani latihan rutin tim SPFC Academy.

Koordinator SPFC Academy, Akhmayanda Nasution menyebutkan, kegiatan seleksi ini merupakan cikal-bakal untuk pembentukan tim Academy SPFC tahun 2021. Seleksi ini menjadi seleksi awal untuk seleksi yang akan berjalan sampai beberapa waktu ke depan.

"Hari ini (Minggu, red), kami mengundang 40 pemain yang akan dijaring dan bertujuan untuk pembentukan tim SPFC Academy. Pemain yang datang saat ini merupakan hasil dari pantauan tim pelatih, Hengki Ardiles sebagai pelatih kepala dibantu dengan Tim Talent Scouting coach Weliansyah dan Hendra Susilo yang beberapa waktu lalu menyaksikan kejuaraan Katapolos Cup," ujarnya.

Setelah seleksi tahap awal ini, katanya, akan dilanjutkan dengan seleksi umum.

"Sesuai dengan komitmen kami dan manajemen ingin membangun tim Academy yang akan melahirkan pemain-pemain yang nantinya akan menjadi cikal-bakal pemain senior SPFC. Bentuk keseriusan kami, tim Academy ini juga akan berafiliasi langsung dengan program dari FIFA dan akan konsisten terus kita jalankan," tambahnya.

Sebelumnya, menurut pria yang akrab disapa Yanda ini menyebut, SPFC selalu rutin memiliki Academy yang mengikuti ajang-ajang kompetisi ditingkat junior. Namun, setelah pandemi program ini harus terhenti.

"SPFC selalu konsisten memiliki Academy sejak SPFC Pratama dulu. Terakhir tim Academy kami berlaga di ajang Elite Pro Academy (EPA) 2019 ditingkatan U-16, U-18 dan U-20. Harapan kami setelah academy kembali terbentuk, mampu mendapatkan bakat-bakat terbaik dari seluruh Sumbar yang akan mewakili kami di kejuaraan junior. Selain itu, kami juga inginkan pemain-pemain ini nantinya juga bisa mampu menembus skuad Timnas Indonesia," sebutnya.

Akhmayanda berharap pemain-pemain yang saat ini mengikuti seleksi bisa maksimal memperlihatkan kemampuannya. Yanda juga berpesan bagi pemain yang nantinya gagal masuk tim agar selalu terus giat dalam berlatih.

"Kami menginginkan pemain muda yang seleksi ini mampu tampil prima, bermain percaya diri, jadilah diri sendiri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Apapun hasilnya nanti baik terpilih atau tidak, ini bukan akhir perjalanan mereka. Jika tidak bersama SPFC mereka juga bisa tampil dengan tim lainnya. Karena tujuan kita memiliki Academy adalah mampu mengembangkan pemain yang bisa bersaing untuk membela SPFC senior dan bisa berbicara ditingkat nasional dan internasional," tandasnya.

Pelatih kepala SPFC Academy, Hengki Ardiles mengatakan dari hasil pantuaan tim pelatih yang melakukan seleksi tahap awal ini ada beberapa pemain yang sudah terpilih untuk mengisi slot pemain SPFC Academy.

"Pertama saya ucapkan terimakasih kepada pemain yang hadir atas undangan kami, hasil pemantauan di ajang Katapolos.com Cup. Dari seleksi tadi kami lihat pemain-pemain memiliki bakat dan potensi yang sangat besar. Dan dari hasil pantauan kami dengan coach Wel dan Coach Hendra ada beberapa pemain yang nantinya terpilih untuk tim Academy," ujarnya.

"Untukpemain yang terpilih nanti akan kami sampaikan langsung kepada SSB masing-masing. Kami masih menunggu keputusan manajemen berapa pemain yang dibutuhkan. Diharapkan pemain-pemain yang mengikuti seleksi tahap awal ini terus semangat berlatih karena dari sinilah nanti cikal-bakal dari mereka menuju pemain profesional," jelasnya.

Terpisah, tim talent scouting SPFC Academy yang diwakili coach Weliansyah dan Hendra Susilo menyebutkan hasil pantauan pemain yang dilakukan jauh di atas ekspektasi tim pelatih. Bakat-bakat yang ada memiliki kualitas diluar prakiraan tim pelatih.

Duo asisten pelatih SPFC senior ini berharap dengan segeranya berjalan SPFC Academy, talenta-talenta baru ini memiliki wadah untuk mengejar jenjang karir profesional di dunia sepakbola. Tidak menutup kemungkinan mereka menjadi cikal-bakal pemain SPFC senior.

"Pemain-pemain yang kami pantau secara umum di klub masing-masing kemarin ternyata memiliki kualitas di atas ekspektasi kami. Begitupun dengan hasil pantauan kemarin, kami mungkin melihat 6-7 orang pemain yang dirasa memiliki kualitas bagus. Namun, seleksi dari pagi dan sore tadi kita melihat lebih dari itu. Mungkin ada 11 atau 13 pemain," ujar Hendra Susilo yang juga asisten pelatih tim SPFC senior.

Hal senada juga diamini oleh coach Weliansyah. Pelatih yang sudah mengabdi lebih dari 40 tahun di tim SPFC baik sebagai pemain maupun pelatih ini berharap kedepannya tim SPFC akan dihuni lebih banyak putra-putra terbaik dari Ranah Minang.

"Kami lihat semua pemain ini adalah pemain - pemain berbakat dan bertalenta. Dari pantauan kita di Katapolos Cup kita menyeleksi 40 pemain yang nantinya akan kita saring lagi kita pilih yang terbaik untuk menjadi bagian dari tim Academy kami," ujar Weliansyah.

Komentar