Guspardi Gaus: Jika Direvisi, Tambahkan Satu Pasal Lagi

Metro-40 hit 17-02-2021 21:20
Anggota DPR RI Guspardi Gaus saat bicarakan soal SKB 3 Menteri di Padang, Rabu (17/2). (Foto : Can)
Anggota DPR RI Guspardi Gaus saat bicarakan soal SKB 3 Menteri di Padang, Rabu (17/2). (Foto : Can)

Penulis: Can

Padang, Arunala - Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri, yakni Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yang mengatur tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut di sekolah, masih menuai polemik, terutama masyarakat Sumatera Barat (Sumbar).

Sejumlah komponen masyarakat Sumbar, termasuk Anggota DPR RI Guspardi Gaus dengan tegas menolak SKB 3 Menteri.

Diakuinya, anak-anak itu harus diarahkan, dituntun dan bukan dilakukan pembiaran.

"Terlepas dari itu semua, kami masyarakat Sumbar meminta SKB 3 Menteri untuk di revisi," kata Guspardi, di Padang, Rabu (17/2).

Dia menjelaskan, MUI juga telah menyatakan sikap dan melakukan penolakan. Menurut dia, jika memang akan direvisi, silakan dilakukan penambahan satu pasal lagi.

"Jika memang direvisi, silakan ditambahkan satu pasal lagi, dimana anak-anak didik beragama Islam berkewajiban untuk memakai pakaian muslim," katanya.

Kemudian soal berpakaian muslim ini panglimanya adalah Fauzi Bahar ketika menjabat sebagai Wali Kota Padang dan ini sudah sudah berjalan selama 15 tahun, dan selama itu tidak ada persoalan apa-apa.

"Kami di Sumbar tidak jadi masalah. Tetapi kenapa tiga orang menteri menyikapi pernyataan satu orang," katanya lagi.

Guspardi mengaku tidak akan memaksakan kehendak terhadap anak nonmuslim untuk memakai pakai muslim. Namun anak-anak muslim jangan dilarang untuk memakai jilbab.

"Jangan larang anak-anak kami yang muslim untuk memakai jilbab. Selain memakai jilbab merupakan kearifan, dengan memakai jilbab ini akan melindungi anak-anak kami dari maksiat," katanya.

Komentar