Khalid: Salah Hipotesa Bencana, Risiko Bisa Lebih Besar

Metro-46 hit 04-03-2021 22:32
Ketua Forum Penanggulangan Kebencanaan Sumbar (FPKSB), Khalid Syaifullah saat memaparkan kajiannya menyangkut potensi kerawana bencana di Sumbar, Kamis (4/3). (Foto : Arzil)
Ketua Forum Penanggulangan Kebencanaan Sumbar (FPKSB), Khalid Syaifullah saat memaparkan kajiannya menyangkut potensi kerawana bencana di Sumbar, Kamis (4/3). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Ketua Forum Penanggulangan Kebencanaan Sumbar (FPKSB), Khalid Syaifullah mengatakan secara ilmiah dan fakta empiris, masyarakat Sumbar tidak bisa mengelak bahwa Sumbar merupakan daerah multi bencana.

"Setidaknya ada 13 bentuk potensi bencana yang ada di Sumbar. Mulai dari bencana gunung api, banjir, gempa, longsor dan lainnya. Maka yang perlu dilakukan kita di Sumbar bagaimana mereduksi atau mengurangi risiko bencana yang terjadi, dan hal itu perlu dimasivkan," kata Khalid saat diskusi bertajuk "Mitigasi Bencana di Sumbar" yang digelar Komunitas Peduli Sumbar (Kapas), di salah satu hotel di Padang, Kamis (4/3).

Agar bisa mereduksi risiko bencana itu, Khalid meminta semua unsur untuk lebih dulu memahami atau mengetahui manajemen risiko bencana yang tujuannya upaya pencegahan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh suatu bencana bisa diperkecil.

Potensi bahaya dari sebuah bencana jelas ada, namun bagaimana mengurangi risiko bencana itu. Disini lah manajemen risiko bencana itu diperlukan," sebut Khalid.

Menurut dia dalam manajemen risiko, ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi bahaya dan ancamannya. Misalnya banjir, abrasi, kebakaran, longsor. Dimana dampaknya bisa dikurangi seperti mengungsikan warga yang kena banjir, abrasi ataupun longsor dari lokasi kejadian.

"Sementara untuk bencana gempa bumi, maka sulit dilakukan pencegahannya karena kejadiannya bisa terjadi dalam ruang lingkup yang lebih besar, misalnya pada suatu daerah baik provinsi atau kabupaten kota," terang dia.

Dia juga sebutkan, setiap bencana tidak sama kerentaan yang ditimbulkan, dan tidak sama pula tingkat kapasitas pengetahuan kebencanaannya.

"Dalam bencanan, salah lakukan hipotesa, maka salah pula bentuk penangganannya, bahkan risiko yg timbul bisa lebih besar," tukas Khalid.

Menurutnya, gempa longsor dan banjir masuk kategori ancaman. "Baru bisa dikatakan bencana kalau sudah ada korban dan kerugian dari sebuah kejadian alam itu," pungkas Khalid.

Komentar