Polresta Siapkan Sel Khusus bagi Pelanggar Prokes

Metro-253 hit 23-04-2021 21:36
Masyarakat yang terkena razia Perda AKB karena tidak pakai masker saat aktivitas di luar rumah sedang didata petugas di Mapolresta Padang, Jumat (23/4). (Foto : Derizon)
Masyarakat yang terkena razia Perda AKB karena tidak pakai masker saat aktivitas di luar rumah sedang didata petugas di Mapolresta Padang, Jumat (23/4). (Foto : Derizon)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Bagi masyarakat yang kedapatan melanggar protokol kesehatan (prokes) tiga kali berturut-turut dengan tidak memakai masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah, maka akan ditahan dalam Sel selama tiga hari.

Pemberian sanksi ini merupakan penerapan Peraturan daerah (Perda) nomor 06 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Padang. Hal ini diungkapkan Kepala Polresta Padang, Kombes Pol Imran Amir ketika dihubungi Arunala.com di Padang, Jumat (23/4).

"Sesuai aturan Perda tersebut, masyarakat satu kali melanggar prokes diberikan sanksi administrasi, dua kali melanggar sanksi denda sebesar Rp100.000 hingga Rp250.000. Namun tiga kali berturut langgar diberikan sanksi hukuman penjara selama tiga hari," kata Imran Amir.

Baca Juga

Menurut dia, Satpol PP mengajukan sidang di Pengadilan secara daring bagi pelanggar prokes tiga kali berturut-turut.

"Setelah putusan hakim menyatakan pelanggar prokes bersalah langsung di kurung di Sel Mapolresta Padang selama tiga hari," sebut dia lagi.

Menyikapi penempatan bagi pelanggar prokes tiga kali berturut-turut itu, sebut Imran Amir, pihak Polresta Padang sudah menyiapkan dua Sel tahanan khusus.

"Ruangan tahanan ini terpisah dari ruangan tahanan tindak pidana murni," pungkas Imran Amir.

Dia juga menyatakan, Tim gabungan pada Jumat (23/4) sekira pukul 08.00 WIB melakukan razia terhadap pelanggar protokol kesehatan sesuai dengan Perda Nomor 06 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Tim gabungan terdiri, Polisi, Satpol PP, TNI gelar razia terhadap masyarakat langgar prokes," kata Kapolresta ini.

Dari razia tersebar di Padang, menurut dia terjaring ratusan masyarakat karena kedapatan melanggar prokes, yakni tidak memakai masker ketika aktivitas di luar rumah.

"Pelanggar prokes dibawa, dan didata petugas di Mapolresta Padang, selanjutnya dicek dalam aplikasi Sipeladan, apakah para pelanggar itu baru sekali melanggar prokes atau lebih. Nyatanya data Sipeladan umumnya menunjukan baru satu kali melanggar Perda AKB itu," ucap dia.

Imran Amir menyatakan, tim gabungan terus melakukan razia demi mencegah penyebar Covid di Padang.

"Saat ini sudah banyak warga Padang terpapar Covid, sosialisasi sudah dilakukan, sejalan dengan itu razia rutin pelanggaran prokes tiap hari digelar," sebutnya.

Dia meminta masyarakat Padang tetap mematuhi prokes, jangan sampai masuk Sel tahanan khusus pelanggar Perda AKB.

Komentar