Sudah 2.533.145 Orang yang Langgar Prokes

Metro-204 hit 04-05-2021 21:58
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto. (Dok : Istimewa)
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) meminta kepada Pemprov Sumbar agar melakukan revisi terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pengendalian Covid-19 di Sumbar.

Permintaan revisi Perda AKB ini, diutamakan dalam hal penegakkan hukum. Pasalnya, masih ditemukan kurangnya kesadaran masyarakat untuk patuh dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes), seperti tidak menggunakan masker bahkan tidak menjaga jarak.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto, kepada Arunala.com di Padang, Selasa (4/5).

Baca Juga

"Polda meminta agar Pemprov Sumbar merevisi Perda AKB ini, terutama tentang sanksi hukum. Minimal sanksinya denda Rp.300 ribu maksimal Rp.500 ribu," ujarnya.

Bukan tanpa sebab pihaknya meminta dilakukannya revisi Perda tersebut, lantaran selama Operasi Yustisi yang dilakukan oleh Polda Sumbar dan jajarannya dengan melibatkan instansi terkait sejak 14 September 2020 hingga 2 Mei 2021, telah diberikan teguran secara lisan sebanyak 2.533.145 orang yang melanggar prokes sesuai Perda AKB itu.

"Dari operasi itu juga, diberikan teguran tertulis sebanyak 81.815 orang. Denda administrasi sebanyak 441 orang dengan total jumlah denda Rp.67.350.000. Serta menutup 23 tempat usaha yang langgar Prokes," sebutnya.

Selain sanksi denda kata Kombes Pol Satake Bayu, diharapkan juga diberikan sanksi kurungan penjara minimal 2 hari hingga maksimal 7 hari. Dengan itu dapat memberikan efek jera bagi masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan.

"Harapan kami dengan adanya revisi terutama pada sisi sanksinya, sehingga ini nantinya bisa menimbulkan rasa sadar dan kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan oleh masyarakat," terangnya.

Jadi, lanjut Satake, dengan adanya sanksi yang lebih tegas menjadikan masyarakat akan mematuhi soal Prokes. Selain itu dengan sanksi yang disebutkan diatas tadi mampu menimbulkan dampak psikologi terhadap masyarakat, dan masyarakat malu untuk melanggarnya.

Satake mengaku, pihak Polda dan jajarannya tak lupa kembali mengingatkan kepada masyarakat, agar selalu menggunakan masker dan menjaga jarak serta mencuci tangan dalam aktivitasnya di luar rumah.

"Mari kita cegah dengan membiasakan menjaga kesehatan kita dengan mematuhi protokol kesehatan. Jangan abai dan jangan lengah, jangan sampai kita menjadi pemicu penularan virus corona terhadap keluarga maupun masyarakat lainnya," ajak Satake.

Komentar