Pemko Pariaman Gelar Malam Takbiran

Metro-47 hit 13-05-2021 10:28
Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat beri sambutan pada malam takbiran yang diadakan di lobi Balaikota Pariaman, Rabu malam (12/5). (Dok : Istimewa)
Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat beri sambutan pada malam takbiran yang diadakan di lobi Balaikota Pariaman, Rabu malam (12/5). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar malam Takbiran menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah. Pelaksanaan malam takbiran itu mengingat kota ini berada dalam zona kuning di Sumbar.

Ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 4 Tahun 2021, menyebutkan salat Idul Fitri 1442 H di lapangan boleh dilaksanakan apabila berada pada zona kuning dan hijau, dengan catatan kapasitas lapangan yang dipakai hanya di dalam pagar saja, dan di luar pagar tidak dibenarkan.

"Alhamdulillah, Kota Pariaman dibolehkan melaksanakan salat hari raya Idul Fitri berjamaah di masjid dan musala maupun di halaman Balaikota Pariaman, karena kota ini berada dalam zona kuning atau tingkat penyebaran Covid-19 berada dalam kategori rendah," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar, saat pelaksanaan malam takbiran secara terbatas di lobi Balaikota Pariaman, Rabu malam (12/5).

Baca Juga

Genius menyatakan malam takbiran tahun ini dibuat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena kondisi pandemi Covid-19 saat ini, membuat semuap pihak tidak bisa melakukan iring-iringan takbir di jalan, yang membuat semaraknya suasana penyambutan hari kemenangan bagi umat muslim.

Pada malam takbiran itu dihadiri juga sejumlah Kepala OPD dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Genius berharap semoga besok (Kamis, red) pelaksanaan salat Ied bisa dilakukan dengan baik, dan semua yang bertugas juga bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

"Patuhi Prokes yang telah ditetapkan seperti menggunakan masker dan yang lainnya. Tidak lupa juga saya ucapkan mohon maaf lahir batin untuk semua masyarakat Kota Pariaman yang telah mau mendukung jalannya Prokes Covid-19 di lingkungan mereka masing-masing," ujar Genius Umar.

Sementara, Ketua MUI Kota Pariaman, Syofyan Jamal dalam tausyah pendeknya diacara tersebut menyampaikan, ada 3 (tiga) nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita mampu menerapkan tiga nilai ini dalam diri maka puasa yang dilaksanakan mencapai tingkat keberhasilan di sisi Allah SWT.

"Tiga nilai tersebut adalah pertama tentang nilai ketuhanan. Andaikata nilai ketuhanan ini kita terapkan dalam kehidupan kita maka kita akan selamat dari perbuatan-perbuatan yang tidak dikehendaki oleh Tuhan, karena nilai ketuhanan adalah menerapkan sifat-sifat Allah yang ada di dalam keyakinan kita," tutur Syofyan Jamal.

Untuk nilai yang kedua, lanjutnya, adalah nilai ketaatan. Nilai ini akan membentuk kepribadian seseorang dan akan mencegah dirinya dari perbuatan keji dan munkar.

"Nilai yang ketiga, adalah nilai kepedulian lingkungan sosial. Nilai ini juga harus kita terapkan pada diri kita, tidak hanya pada pimpinan di tingkat tinggi saja, tapi seluruh kita harus seperti itu sehingga terjalin hubungan baik antara kita, lingkungan, orang-orang miskin yang ada disekitar kita, dan ini adalah salah satu jalan untuk keluar dari masalah yang sekarang ini terjadi," kata Syofyan Jamal. (*)

Komentar