Adrian: Penegakkan Hukum Prokes jangan Tebang Pilih

Metro-157 hit 21-05-2021 20:36
Komisioner KI Sumbar, Adrian Tuswandi. (Dok : Istimewa)
Komisioner KI Sumbar, Adrian Tuswandi. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Terus melonjaknya kasus Covid-19 di Sumbar dalam beberapa minggu belakangan cukup mengkhawatirkan, apalagi ada dua daeran yang dinyatakan Menteri Kesehatan (Menkes) sebagai zona merah penyebaran Covid yakni Kota Bukittinggi dan Solok.

Mendapati kenyataan itu, Komisioner Komisi Informasi (KI) Sumbar, Adrian Tuswandi angkat bicara seputar langkah penanganan Covid yang perlu di lakukan Pemprov Sumbar, khususnya di dua daerah yang berada dalam zona merah tersebut.

"Apakah Pemprov Sumbar dan beberapa daerah harus pasrah saja dan membiarkan provinsi ini berlabel zona merah? Tentu tidak," kata Adrian Tuswandi kepada media di Padang, Jumat (21/5).

Baca Juga

Agar upaya pencegahan Covid bisa dijalankan, terang Adrian, caranya dengan menegakkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

"Sebab hingga saat sekarang ini, cara tersebut yang dinilai masih bisa mereduksi penyebaran Covid tersebut. Obatnya belum ada, sedangkan vaksinasi juga bulum jaminan bisa terbabas dari terpapar Covid-19," ujarnya lagi.

Dia menerangkan, meski prokes 3M (masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan) masif disosialisasikan, tetap juga sebagian publik mengabaikan hal itu.

Dia meminta, dalam penegakkan prokes secara ketat itu, perlu pula diiringi dengan pengawasan dan penegakkan hukum atau tindakan, apalagi Sumbar sudah punya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang menjadi dasar hukumnya.

Menyinggung adanya dasar hukum penegakkan prokes itu, Adrian Tuswandi meminta pihak-pihak yang berhubungan langsung dalam penegakkan aturan itu harus juga transparan dan berbasisikan keterbukaan informasi publik.

"Dalam penerapan penegakkan hukum prokes itu jangan terjadi tebang pilih terhadap pihak yang abaikan prokes. Selain itu, bagi pihak berkompeten harus terbuka dalam memberikan informasi sehingga hal itu bisa awasi. Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan kita semua, terus terang saya tidak ingin ada ledakan kasus Covid-19 di Sunbar ini," ujar dia.

Adrian juga menyarankan sejumlah pihak yang terkait dalam penanganan mengunakan berbagai perangkat untuk lakukan sosialisasi, baik website resmi badan publik maupun masif di platform media sosial.

Komentar