Kota Pariaman jadi Daerah Percontohan Nasional

Metro-76 hit 28-05-2021 20:01
Wali Kota Pariaman, Genius Umar menyaksikan pelaksanaan imunisasi bagi siswa sekolah di kota itu beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)
Wali Kota Pariaman, Genius Umar menyaksikan pelaksanaan imunisasi bagi siswa sekolah di kota itu beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Kota Pariaman menjadi pilot project pemberantasan stunting Nasional. Kepastian kota ini jadi pilot project setelah diterimanya dua dokumen yang berasal dari Sekretariat Kantor Wakil Presiden RI yang sampai di meja kerja Wali Kota Pariaman, Genius Umar, Jumat sore (28/5).

Terpilihnya kota ini menjadi pilot project pemberantasan stunting karena dinilai sukses menekan angka stunting yang ada di daerahnya.

"Hari ini (Jumat, red), kami diminta menandatangani komitmen dalam rangka program pemberantas stunting oleh Sekretariat Kantor Wakil Presiden RI. Mengapa Kota Pariaman? karena kota ini dinilai sukses menekan angka stunting di bawah 9,1 persen, dimana angka stunting untuk Sumbar 24 persen," ujar Genius Umar.

Berdasarkan dokument tersebut, terang Genius, berisikan komitmen Pemko Pariaman dalam pemberantasan stunting nasional, dan dukumen itu sudah ditandatangani dan segera dikirim kembali ke Kantor Sekretariat Wapres RI.

"Komitmen itu sudah saya tanda tangani tadi, dengan penetapan menjadi daerah percontohan nasional, tentu hal ini menambah semangat kami untuk lebih getol lagi menekan angka stunting," tuturnya lagi.

Memiliki angka stunting di bawah 9,1 persen, menurut Genius, tidak bisa dilepaskan dari berbagai kebijakan yang dibuat pemko untuk pengurangan angka stunting itu. Kota Pariaman secara kontiniu melakukan berbagai program, seperti pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan anak-anak, penyuluhan kesehatan, imunisasi, program pangan dan lain sebagainya, "

"Melihat keseriusan Pemko dalam pengurangan angka stunting ini, Sekretariat Kantor Wakil Presiden RI, kemudian menjadikan Kota Pariaman sebagai percontohan Nasional," kata Genius Umar.

Komentar