Butuh Kolaborasi Sejumlah Pihak Hadirkan Data Statistik

Metro-90 hit 28-05-2021 14:55
Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin saat bersama Kepala BPS Pusat, Suhariyanto dan Wagub Sumbar Audy Joinaldy di acara pembentukan nagari, desa, kelurahan dan kecamatan statistik, di Padang, Jumat (28/5). (Dok : Istimewa)
Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin saat bersama Kepala BPS Pusat, Suhariyanto dan Wagub Sumbar Audy Joinaldy di acara pembentukan nagari, desa, kelurahan dan kecamatan statistik, di Padang, Jumat (28/5). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Pemprov Sumbar mencanangkan pembentukan nagari, desa, kelurahan dan kecamatan statistik sekaligus meluncurkan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Auditorium Gubernuran di Padang, Jumat (28/5). Hal ini dilakukan sebagai upaya penerapan inovasi nagari, desa, kelurahan dan kecamatan statistik di Sumbar.

Pencanangan ini dilakukan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Suhariyanto bersama Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy didampingi Kepala BPS Sumbar, Herum Fajarwati di di auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (28/5).

Hadir juga dalam pencanangan itu sejumlah pemangku kepentingan di sejumlah daerah di Sumbar, tidak terkecuali Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin yang didampingi Kepala Bappeda Kota Pariaman, Fadly dan Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kota Pariaman, Hendri beserta jajarannya.

Baca Juga

Kepala BPS Pusat, Suhariyanto menyatakan data yang berasal dari desa bisa dikatakan akurat, terintegrasi, dan adaptif, selama kapasitas dari aparat desa sudah terbentuk dan paham mengenai pengumpulan data.

"Dengan dicanangkannya nagari statistik dan kecamatan statistik, serta ditambah lagi dengan Desa Cantik, saya yakin apa yang diangankan terwujudnya satu data dari desa betul-betul bisa diimplementasikan," katanya.

Dia menyebut dengan hadirnya Nagari Statistik dan Desa Cantik, dapat melakukan pembinaan peningkatan statistik bagi perangkat desa. Sehingga data-data yang diperoleh di lapangan bisa lebih berkualitas.

Tentunya, terang Suhariyanto, perlu kolaborasi dan kerja sama erat di antara semua pihak, baik BPS, gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota dan seluruh pihak yang terkait. Karena itu, kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak diharapkan bisa terus ditingkatkan sehingga cita-cita menghasilkan data dari desa bisa terwujud.

"Tidak itu saja, jika program ini berjalan lancar, saya yakin Sumbar bisa memiliki literasi yang jauh lebih bagus dibandingkan daerah lain. Dan dengan menggunakan data tersebut, progres kemajuan pembangunan di Sumbar akan lebih terukur dan dapat menghasilkan hal-hal yang nyata untuk kesejahteraan masyarakat," kata Suhariyanto.

Sedangkan Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy menyampaikan, pembentukan nagari, desa, kelurahan dan kecamatan statistik yang telah dilakukan sejak tahun 2019 hingga 2021 ini dimaksudkan sebagai upaya membangun capacity building dalam pengelolaan data statistik di masing-masing tingkat di Sumbar.

"Nagari, desa, kelurahan merupakan sumber data pertama secara kewilayahan yang kemudian direkapitulasi menjadi data kecamatan, kabupaten, kota, provinsi sampai negara," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, data merupakan hal yang paling penting dalam pembuatan kebijakan daerah. Data tidak bisa top down, tetapi perlu bottom up, karena data yang tidak valid akan menimbulkan bias pada kebijakan yang dibuat

"Data is the most important thing to make policy. Jadi memang, statistik sangat penting karena dari data itulah kepala pemerintahan bisa buat kebijakan yang tepat," kata Audy Joinaldy.

Komentar