Pariaman Milik Labor Lingkungan Berakreditasi A

Metro-75 hit 30-07-2010 18:23
Para peneliti di Labor Lingkungan Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman sedang menguji sejumlah sampel. (Dok : Istimewa)
Para peneliti di Labor Lingkungan Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman sedang menguji sejumlah sampel. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Di tahun 2019 lalu, UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Kota Pariaman berhasil menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp350 juta lebih.

Jumlah pemasukan ke KAS daerah yang dicapai UPDT ini melebih dari target yang telah dibuat.

"Alhamdulillah, untuk target PAD dari UPTD kami mencapai 100 persen lebih, tepatnya 100,05 persen, dari target Rp350 juta. Sedangkan jumlah PAD yang kami setorkan ke KAS daerah mencapai Rp350.162.055," ujar Kepala UPTD Labor Lingkungan Dinas Perkim LH Kota Pariaman, Ferry Abidin di kantornya, Kamis (30/7).

Baca Juga

Dia menjelaskan, PAD ini didapatkan dari hasil uji sampling yang diserahkan oleh instansi, perusahaan dan perorangan, dimana saat ini pihak UPTD lebih konsen kepada uji sampling air dan beberapa parameter yang telah mendapat pengakuan dari Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia (KAN RI).

"Kami di UPTD Labor Lingkungan ini mempunyai 18 personel yang bekerja tiap hari untuk melakukan pengujian sampel, baik sampel yang diantarkan oleh konsumen, maupun sampel yang kami jemput atas permintaan yang bersangkutan," tukasnya.

Ferry Abidin juga mengatakan UPTD Labor Lingkungan Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman, adalah Labor pertama di Sumbar yang mendapatkan Akreditasi A. Saat ini daerah yang telah mempunyai Labor Lingkungan di Sumbar adalah Kota Padang, Kabupaten Agam dan Kota Pariaman sendiri.

"Untuk tahun 2020 ini, capaian PAD kami terhitung per Juli 2020, baru mencapai Rp 92.287.000, dari target sebesar Rp250 juta. Hal ini disebabkan karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan Sumbar, sehingga banyak kerjasama yang tidak dapat dilaksanakan dan pengiriman sample yang terbatas dari beberapa daerah di sekitar Sumatera," ucapnya.

Laboratorium Lingkungan, lanjut Ferry, punya satu alat pengujian kualitas air. Permintaan untuk pengujian kualitas air. Pada Laboratorium ini, sampelnya datang dari berbagai daerah, baik dari sekitar Sumbar maupun luar Sumbar.

"Saat ini kami sudah melakukan pendekatan dengan sejumlah daerah, seperti Kabupaten Kampar, Pekanbaru, Muaro Bungo dan Jambi, tapi karena pandemi Covid-19 ini, kerjasama tersebut belum bisa kami tindak lanjuti," tuturnya lagi.

Ferry Abidin juga menjelaskan beberapa parameter yang bisa diuji oleh UPTD labor Lingkungan Dinas Perkim LH Kota Pariaman, seperti uji timbal, nitrit, tembaga, ph dan Mikrobiologi seperti coli, e-coli, dan fecal coli serta beberapa parameter lainya yang sudah diakui oleh KAN RI, ulasnya mengakhiri. (*)

Komentar