Empat Pelaku Diduga Perusakan TNKS Ditangkap

Metro-547 hit 04-06-2021 20:02
Tim gabungan yang dipimpin BBTNKS menangkap para pelaku yang diduga melakukan perusakan kawasan hutan TNKS, sepanjang Selasa-Rabu (2-3/6) kemarin. (Dok : Istimewa)
Tim gabungan yang dipimpin BBTNKS menangkap para pelaku yang diduga melakukan perusakan kawasan hutan TNKS, sepanjang Selasa-Rabu (2-3/6) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang Aro, Arunala -- Empat orang warga Nagari Lubuk Gadang Selatan Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) ditangkap tim gabungan melibatkan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) bersama Dirjen Gakkum Wilayah Sumatera, dan Polda Sumbar sepanjang Rabu-Kamis (2-3/6) kemarin .

Kempat orang ini ditangkap di areal Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tepatnyadi jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan yang telah diresmikan oleh Pemkab Solsel.

"Mereka ini ditangkap karena diduga melakukan perusakan kawasan hutan TNKS yang berada pada wilayah Solsel," kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah II Sumbar, Ahmad Darwis kepada media di Padang Aro, Solses, Jumat (4/6).

Baca Juga

Ahmad Darwis yang memimpin operasi pencegahan perusakan kawasan TNKS itu menyebutkan, selain para pelaku timnya juga menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa unit mesin gergaji rantai (chain saw), kendaraan roda dua dan alat-alat lain yang diduga digunakan pelaku untuk merusak kawasan hutan TNKS.

"Baik empat orang itu dan barang bukti dari aktivitas mereka di TNKS ini kami serahkan ke penyidik Gakkum Wilayah Sumatera untuk diproses lebih lanjut, sedangkan lahan yang telah dibuka oleh empat orang itu akan dilakukan pemulihan ekosistem berbasis masyarakat, sehingga kegiatan pemulihan ekosistem bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Ahmad Darwis.

Dia menerangkan, sebelum penangkapan dilakukan, pihak BBTNKS sudah lakukan upaya pendekatan dengan mendatangi langsung kepada orang yang ditangkap dan masyarakat yang tinggal di sekitar areal TNKS, memasang papan-papan larangan di lokasi dan lainnya.

"Nyatanya apa yang kami edukasikan tidak diindahkan mereka, hingga akhirnya berujung dengan penangkapan," tukas Ahmad Darwis lagi.

Upaya penghentian penusakan kawasan hutan TNKS yang dilakukan BBTNKS bersama tim hari itu mendapat respon positif masyarakat bahkan NGO Tiger Sumatera Project dari UNDP dan Flora Fauna Internasional (FFI).

Bahkan dua orang tenaga dari NGO Tiger Sumatera Project yaitu Ronald AP Siagian, dan E Wiryadi ikut bersama tim saat turun ke lapangan.

"Dari hasil camera trip sebelum aktivitas pengrusakan dilakukan di lokasi juga menjadi habitat fauna-fauna yang dilindungi undang-undang. Jadi dengan tertangkapnya pelaku dugaan perusakan TNKS, jelas kami apresiasi," E Wiryadi. (*)

Komentar