IPC Teluk Bayur Makin Pertegas Komitmennya

Ekonomi-164 hit 01-04-2020 19:45
Pelabuhan Teluk Bayur dalam sebuah aktifitas bongkar muat. (Foto : Dok. IPC Teluk Bayur)
Pelabuhan Teluk Bayur dalam sebuah aktifitas bongkar muat. (Foto : Dok. IPC Teluk Bayur)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - PT Pelindo II (IPC) Teluk Bayur makin mempertegas komitmennya untuk memberikan pelayanan optimal pada costumer, mitra kerja dan pihak lainnya yang menggunakan jasa kepelabuhan.

Ini dilakukan IPC Teluk Bayur menyusul merebaknya virus Corona yang bisa di bilang berdampak pada aktifitas di pelabuhan. Dan pihak IPC Teluk Bayur tidak ingin mendapati aktifitas dan produktifitas di Teluk Bayur menurun.

"Walau di tengah kondisi wabah Covid-19 seperti saat ini, kami terus berkomitmen mengedepankan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa, mitra kerja, masyarakat dan seluruh stakeholder perusahaan lainnya, sekaligus memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan normal selama 24 jam dalam 7 hari, dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan kerja tentunya," kata GM IPC Teluk Bayur, Wardoyo kepada sejumlah media di Padang, Selasa (31/3).

Baca Juga

Komitmen itu, lanjut Wardoyo, mengingat Pelabuhan Teluk Bayur merupakan salah satu mata rantai logistik dan mata rantai perekonomian daerah, serta berperan penting sebagai pintu gerbang utama distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk dalam mendistribusikan berbagai komoditi unggulan Sumbar ke seluruh belahan dunia baik dari sektor agro bisnis maupun pertambangan seperti Crude Palm Oil (CPO), karet (rubber), bungkil, cangkang sawit, batu bara, biji besi, semen, dan lainnya.

Dalam implementasinya, IPC Teluk Bayur memberikan pelayanan menggunakan layanan berbasis digital untuk menunjang kelancaran operasionalnya baik pelayanan kapal maupun pelayanan bongkar muat barang, seperti diantaranya adalah pelayanan Vessel Management System (VMS), yakni sistem layanan untuk pengajuan pelayanan kapal yang terintegrasi dengan sistem Inaportnet milik Kementerian Perhubungan dan juga sistem E-Service, yakni sistem layanan digital untuk pelayanan terminal petikemas.

"Aplikasi VMS maupun E-Service merupakan salah satu contoh aplikasi digital yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh pengguna jasa IPC Teluk Bayur dimanapun dan kapanpun melalui smart phone masing-masing tanpa harus datang langsung ke pelabuhan," tukas Wardoyo.

Selain itu, imbuhnya, saat ini seluruh transaksi pembayaran juga sudah tidak menggunakan uang tunai (cashless), sehingga interaksi langsung antara petugas dan pengguna jasa, baik di kantor maupun di lapangan sangat jauh berkurang.

Menurutnya, tetap optimalnya pelayanan kepelabuhan itu dapat terlaksana karena adanya kerjasama dan koordinasi yang terjalin dengan baik antara pihak Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Distrik Navigasi, Bea dan Cukai, Imigrasi, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, Lantamal AL, Kepolisian, dan seluruh unsur maritim Pelabuhan Teluk Bayur lainnya.

Komentar