Desa Kota Marapak Siapkan Dua Iven Seni

Metro-39 hit 02-01-2021 17:12
Kades Koto Marapak Yuhaldi Sedang Membahas Dua Ivent yang akan digelar dengan Ketua Forum Seni Batajau Ajo Wayoik, Selasa (29/12). (Dok : Istimewa)
Kades Koto Marapak Yuhaldi Sedang Membahas Dua Ivent yang akan digelar dengan Ketua Forum Seni Batajau Ajo Wayoik, Selasa (29/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Gairah berkesenian di Desa Koto Marapak, Kota Pariaman makin menggeliat dibawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Yuhaldi. Setidaknya ini terlihat dari kesuksesan pembinaan sanggar seni dan kegiatan silek selama ini di desa tersebut.

Menghadapi tahun 2021, upaya membesarkan kegiatan seni ini akan disinergikan Kades ini dengan Forum Batajau Seni Piaman. Hal ini diungkapkan Yuhaldi dalam pertemuan dia dengan Ketua Forum Batajau Seni Piaman, Ajo Wayoik, di Kantor Desa Koto Marapak, Selasa (29/12).

Dalam pertemuan itu, Yuhaldi menjelaskan semangat pemuda di desanya untuk menyokong kegiatan kesenian sudah tampak dari berbagai kegiatan sanggar dan silek.

Baca Juga

"Namun kami berharap kedepannya dapat membuat iven berskala lebih besar lagi dengan perhatian yang lebih luas dari khalayak, terutama dari kalangan wisatawan," kata Yuhaldi.

Adapun melibatkan Forum Batajau Seni Piaman, sebut Yuhaldi, bertujuan bisa memotivasi pemuda dan seniman di Desa Koto Marapak, supaya bisa menggarap iven yang lebih besar lagi secara profesional, dan dapat menjadi iven yang berkarakter.

Karena, terang dia, ada dua iven yang diharapkan dapat terlaksana di tahun 2021 di desanya, yakni kegiatan berbasis seni randai dan lomba layang-layang.

Sementara itu, Ajo Wayoik mengatakan, kegiatan kesenian bukan hanya sebuah wadah untuk menghadirkan produk karya seni saja, akan tetapi lebih daripada itu.

"Kegiatan kesenian adalah platform dalam pembinaan generasi muda, jadi tentu saja ini bukan hanya soal siapa yang dapat bermain musik atau menari dengan baik saja, tetapi bagaimana nilai-nilai yang diusung pada kesenian itu dapat terlebih dahulu tertanam di jiwa para senimannya," ungkap Ajo Wayoik.

Kesuksesan pembinaan kesenian menurut Ajo Wayoik, tidak hanya diukur pada produktivitas karya, atau besar dan kecilnya iven, tapi yang penting sekali adalah mengukur sejauh mana iklim sosio kulturan di tengah masyarakat memang semakin positif dengan bergeraknya aktifitas kesenian di suatu desa.

"Inn Syaa Allah, kami siap bekerjasama dengan Desa Koto Marapak dalam menggarap iven yang ada di tahun 2021 ini. Sebagai festival warga, Batajau akan merangkul sebanyak mungkin kekuatan warga terutama pemuda Desa Koto Marapak dalam mempersiapkan iven ini, agar mereka juga bisa berinteraksi dengan keluarga besar Batajau Seni Piaman untuk mendapatkan pengalaman baru melaksanakan suatu kegiatan seni," pungkas Ajo Wayoik. (*)

Komentar