Penundaan Munculkan Dua Konsekuensi

Metro-224 hit 02-04-2020 12:17
Foto : Aidinil Zetra
Foto : Aidinil Zetra

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Penundaan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 oleh pemerintah bersama DPR, dinilai Pengamat Politik Unand Aidinil Zerta akan menghadirkan dua konsekuensi logis.

"Dua konsekuensi itu adalah sisi positif dan sisi negatif," kata Aidinil Zetra saat dihubungi Arunala.com Selasa (31/3) kemarin.

"Dampak positif penundaan itu, jelasnya, diantaranya semua stakeholder Pilkada, mulai dari penyelenggara (KPU, Bawaslu, DKPP), peserta Pilkada (baik calon yang diusung oleh partai politik maupun calon perseorangan) beserta seluruh tim pemenangan dan masyarakat pemilih dapat berkonsentrasi dulu dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan segala dampak sosial ekonominya," ucap Aidinil.

Baca Juga

Sedangkan dampak negatif dari penundaan itu, katanya, diperkirakan hampir tidak ada penyelenggara perlu menyusun ulang semua jadwal dan tahapan Pilkada.

Meski begitu, lanjut dia, konsekuensi yang dihadirkan terhadap penundaan ini, sesungguhnya akan memberi peluang kepada parpol dan masyarakat untuk melihat siapa sebetulnya calon yang benar-benar berjuang untuk rakyat, siapa calon yang peduli kepada masalah yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.

"Dalam kondisi normal, demokrasi kita kurang memberi ruang untuk membedakan mana pemimpin yang punya idealisme dan benar-benar melakoni perjuangan suci, mana yang sekedar pencitraan untuk suatu ambisi dan tujuan tertentu," tutur Aidinil lagi.

Sekarang, imbuhnya, masyarakat bisa menilai mana yang loyang, dan mana yang emas. Dalam keadaan normal seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas. Inilah dampak musibah wabah penyakit ini dimasa Pilkada," sebut Aidinil lagi.

Dirinya menambahkan, dengan kejadian wabah Korona ini pula, kesempatan bagi masyarakat untuk melihat pemimpin mereka otentik atau tidak, peduli atau tidak, kreatif atau tidak, mengayomi atau tidak, merakyat atau tidak, dan sebagainya.

Ditanya soal tahapan pilkada yang sudah dilakukan KPU juga nantinya akan disusun atau diulang dari awal atau tidak akibat dari penundaan ini? Aidinil menjawab tentu disusul ulang, bukan diulang dari awal.

"Pasalnya, karena Pilkada ditunda pasti ada jadwal yang berubah pada setiap tahapan. Yang sudah berjalan saya kira tidak perlu diulang karena itu sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku pada waktu itu," kata Aidinil Zetra.

Komentar