BLK Kota Payakumbuh Latih 16 Pencaker Baru

Metro-336 hit 11-06-2021 14:17
Beri Pelatihan Menjahit Pakaian Jadi BLK Kota Payakumbuh Latih 16 Pencaker Baru
Beri Pelatihan Menjahit Pakaian Jadi BLK Kota Payakumbuh Latih 16 Pencaker Baru

Penulis: MN. Putra

Payakumbuh, Arunala -- Sebanyak 16 orang pencari kerja di Kota Payakumbuh mengikuti pelatihan kerja berdasarkan klaster kompetensi penjahit pakaian dasar pada kejuruan garmen apparel, yang diadakan DinasTenaga Kerjadan Transmigrasi (Disnaker) Sumbar melalui unit pelaksanan teknis daerah Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Payakumbuh, Kamis (10/6).

"Pelatihan menjahit pakaian dasar ini berlangsung selama 30 hari (pola 240 jam) dilaksankan di gedung pelatihan BLK Payakumbuh. Sedangkan sistem yang digunakan dalam pelatihan kali ini yakni instutional dengan memanfaatkan APBD Sumbar 2021," kata Kepala UPTD BLK Kota Payakumbuh, Patrianus Syahid kepada Arunala.com , Jumat (11/6).

Dia menyebut peserta yang ikut pelatihan kali ini sebanyak 16 orang, mereka itu hasil pencari kerja yang proses perekrutanya dikoordinir PKK Kota Payakumbuh.

Patrianus Syahid yang akrab dipanggil Nanang itu menerangkan BLK Kota Payakumbuh sebagai lembaga perpanjangan tangan Disnaker Sumbar jadi pelaksana teknis pelatihan yang sudah terstandar dan punya tata tertib dalam pelaksanaan sebuah latihan kerja. Dan latihan kerja bersifat instutional atau dalam lingkungan BLK.

"Untuk itu kami menekankan pada peserta pelatihan untuk mentaati seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam pelaksanaan latihan," tukas Nanang.

Sebaliknya sambung dia, jika ada diantara calon peserta yang kiranya tidak dapat mentaati peraturan selama menjalani pelatihan sampai tuntas, dan tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan maka sebaiknya segera mengundurkan diri saja.

"Jika nanti di tengah pelatihan ada peserta yang mengundurkan diri, maka secara otomatis akan menghilangkan kesempatan bagi orang lain untuk mengikuti pelatihan ini.

Nanang menekankan saat ini wabah pendemi Covid-19 masih mengancam, untuk kepada peserta pelatihan diminta untuk taat protokol kesehatan (Prokes) dengan 3 M (mencuci tangan,memakai masker dan menjaga jarak) selama mengikuti pelatihan.

Sedangkan Kepala Disnaker dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa berpesan keterampilan menjahit yang diberikan kepada para peserta ini merupakan salah satu bentuk pendidikan non formal.

"Keterampilan yang diperoleh ini nantinya adalah modal dasar bagi peserta untuk meningkatan perekonomian rumah tangganya," ujar Yunida Fatwa.

Dia menyebutkan satu sisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini membuat perekonomian mikro dan global terganggu. Sedangkan di sisi lain, kebutuhan akan sandang, pangan serta pakaian tak bisa ditunda untuk dipenuhi.

"Jadi dengan adanya pelatihan menjahit pakaian jadi ini bisa dijadikan sebagai kesempatan yang sangat berharga, semoga peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan diharapkan mampu mengembangkan potensinya, serta bisa membuka peluang usaha mandiri sehingga dapat menunjang peningkatan perekonomian keluarga," kata Yunida Fatwa.

Komentar