Mardison: Sistem Merit Dalam Proses Pembahasan di Pemko Pariaman

Metro-30 hit 11-06-2021 21:02
Rakor Kepala Daerah se Sumbar Mardison: Sistem Merit Dalam Proses Pembahasan di Pemko Pariaman
Rakor Kepala Daerah se Sumbar Mardison: Sistem Merit Dalam Proses Pembahasan di Pemko Pariaman

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyudin menghadir rapat koordinasi (rakor) kepala daerah se Sumbar, di salah satu hotel berbintang di Padang, Kamis (10/6).

Rakor yang dipimpin Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah itu membahas proses pelaksanaan pengisian jabatan berdasarkan sistem merit.

"Kegiatan ini dilaksanakan sesuai Undang-Undang No. 5/ 2014 tentang Aparatul Sipil Negara (ASN), yang mengamanatkan pengisian jabatan pimpinan dari berbagai sektor dilakukan secara terbuka dengan memperhatikan kompetensi yang ada bukan tanpa memandang ras atau warna kulit. inilah yang disebut dengan sistem merit," ungkap Mahyeldi dalam rakor tersebut.

Sistem merit, sebut dia, merupakan lawan dari sistem spoil (sistem kedekatan). Penerapan sistem merit dapat mewujudkan transparansi dalam pembinaan karier dan mendorong kompetensi yang sehat.

"Adapun kriteria pada sistem merit, yakni seluruh jabatan sudah memiliki standar kompetensi jabatan, perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan beban kerja dan pelaksanaan seleksi promosi dilakukan secara terbuka," ujar gubernur ini.

Mahyeldi berharap dengan penerapan sistem merit, menjadikan seluruh pemkab dan pemko di Sumbar bisa menerapkannya, karena sistem ini nantinya akan selalu diawasi pihak terkait

"Apabila pihak terkait tersebut menerima aduan, akan dilakukan proses, bila terbukti akan dikenakan sanksi," tegas Mahyeldi.

Sedangkan Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengaku rakor yang dia ikuti bersama kepala daerah se Sumbar itu menjadi agenda penting bagi Pemko Pariaman. Persoalan yang dikupas dalam rakor itu menyangkut peningkatan koordinasi, pembinaan dan penyamaan persepsi antara pemprov dengan pemkab dan pemko.

"Adapun tujuan lain dari rakor ini adalah untuk pelaksanaan proses pengisian jabatan berdasarkan sistem merit. Maksudnya untuk proses pengangkatan PNS dalam jabatan tidak memandang ras, warna kulit, melainkan berdasarkan kriteri yang disusun pada pola karier dan manajemen talenta," kata Mardison.

Kebetulan, sebut Mardison, di Kota Pariaman sedang melakukan proses pelaksanaan merit ini. Sekarang prosesnya dalam tahapan penginputan data lewat aplikasi Sipinter (sistem informasi penilaian mandiri penerapan sistem merit).

"Untuk diketahui semua pembahasan pada rakor ini nantinya akan dibahas kembali di Pemko Pariaman, sehingga pelaksanaan sistem merit terlaksana dengan baik. mungkin penyamaan persepsi antara pemprov dengan Pemko Pariaman, " pungkas Mardison.

Komentar