Mardison Ikuti Webinar Kependudukan 2020

Metro-54 hit 21-01-2021 20:22
Wakil Wali Kota, Mardison Mahyuddin bersama sejumlah OPD ikuti webinar menyangkut data kependukukan dengan Kemendagri dan BPS pusat, Kamis (21/1).
Wakil Wali Kota, Mardison Mahyuddin bersama sejumlah OPD ikuti webinar menyangkut data kependukukan dengan Kemendagri dan BPS pusat, Kamis (21/1).

Penulis: Arzil

Pariaman---Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin bersama sejumlah staf dan OPD lainnya menyaksikan pengumuman pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyangkut data Sensus Penduduk (SP) 2020, dan data administrasi kependudukan (Adminduk) 2020 secara virtual di ruang rapat wali kota, Kamis (21/1).

"Bersama dengan beberapa OPD, kami menyaksikan secara langsung Kemendagri bersama Badan Pusat Statistik RI merilis data SP 2020 dan data Adminduk 2020. Tujuannya agar setiap pemerintah daerah mengetahui berapa banyak jumlah penduduk di Indonesia khususnya di Pariaman ini,"kata Mardison di sela-sela acara.

Dalam data 2020, sebutnya, tercatat pendudukan Kota Pariman sebanyak 94.224 jiwa. Terdiri laki-laki sebanyak 47.571 jiwa, dan perempuan 46.653 jiwa. Semuanya terbagi dalam empat kecamatan. Untuk Kecamatan Pariman Tengah, laki-lakinya sebanyak 16.171 jiwa dan perempuan 15.759 jiwa.

Di Kecamatan Pariaman Selatan jumlah laki-laki 10.100 jiwa dan perempuan 9.906 jiwa. Kecamatan Pariaman Utara, laki-laki 11.354 jiwa dan perempuan 11.237 jiwa. Sedangkan di Kecamatan Pariaman Timur jumlah penduduk laki-laki sebanyak 9.946 jiwa dan perempuan 9.751 jiwa.

Ia berharap semua masyarakat akan tetap patuh dengan Adminduk karena ini sangat penting untuk masyarakat juga. Segera lakukan pengurusan surat-surat apabila ada warga yang bertambah dan meninggal agar data kependudukan Kota Pariaman terdata dengan rapi.

Sementara itu pada webinar itu, Sekretaris jenderal (Sekjen) Kemendagri, Muhammad Hudori mengatakan rilis bersama data kependudukan ini merupakan tindak lanjut dari selesainya SP 2020.

"Dasar penggunaan data kependudukan sebagai basis SP 2020 sesusai pasal 58 ayat (4) UU24/2013 digunakan untuk semua keperluan antara lain pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi dan penegakkan hukum serta pencegahan kriminal," ungkapnya.

Ia menambahkan pada data kependudukan semester II 2020 juga terdapat penduduk berusia lebih dari 100 hingga 115 tahun sebanyak 17.463 jiwa, dan semuanya telah memiliki KTP-el.

Sedangkan Kepala BPS RI dalam paparannya mengatakan bahwa pada level nasional jumlah penduduk hasil SP2020 sudah selaras dengan data Adminduk. Pada tingkat provinsi, perbedaan jumlah penduduk antara hasil SP2020 dan data Adminduk merupakan gambaran banyaknya penduduk yang melakukan perpindahan, baik untuk keperluan bekerja, sekolah, maupun alasan lainnya.

"Ada sebanyak 270.203.916 jiwa penduduk indonesia hasil SP 2020.Untuk perinciannya terbanyak berada di Pulau Jawa dengan jumlah 151,6 jutaatau 56.10 persen, Sumatera58,6 jutaatau 21.68 persen, Sulawesi19,9 jutajiwa atau 7.36 persen.

Sementara Kalimantansebanyak 16,6 jutaatau 6.15 persen, Bali-Nusa Tenggara15,0 jutaatau 5.54 persendan Maluku-Papua8,6 jutaatau 3.17 persen.

Penduduk berdasarkan jenis kelamin untuk laki-laki sebanyak 136,66 juta orang atau 50,58% dan perempuan 133,54 juta orangatau 49,42 persen dari penduduk Indonesia," ungkapnya.

Ia berharap dengan telah dirilisnya data SP 2020 dan data administrasi kependudukan 2020 dapat membantu semua pihak yang membutuhkan data sehingga data yang dipergunakan singkron dengan data yang telah dirilis.(*)

Komentar