Pariaman akan Gelar Simulasi Bencana

Metro- 01-04-2021 20:24
Danlantamal II Padang, Laksamana Pertama Hargianto memaparkan teknis simulasi bencana kepada Wali Kota Pariaman, Genius Umar, Kamis (1/4). (Dok : Istimewa)
Danlantamal II Padang, Laksamana Pertama Hargianto memaparkan teknis simulasi bencana kepada Wali Kota Pariaman, Genius Umar, Kamis (1/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Pemko Pariaman bersama Lantamal II Padang akan simulasi bencana di lapangan Ampalu, Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Rabu (7/4) mendatang.

Semulasi bencana itu berkaitkan keberadaan Kota Pariaman, selain di pinggir pantai pesisir Barat Sumatera, kawasan pantai tersebut rentan terjadi gempa besar dan tsunami. Mengingat didasar lautnya adanya pertemuan dua lempeng yang menjadi ancaman bagi kota itu.

"Kami (pemko, red) bersama Lantamal II Padang memang akan mengadakan simulasi bencana, pada Rabu lusa. Mengingat simulasi ini penting bagi pemko dalam melakukan mitigasi bencana gempa dan tsunami. Apalagi Kota Pariaman berada di pinggir pantai," kata Genius Umar usai bertemu Danlantamal II Padang, Laksamana Pertama Hargianto di ruang kerjanya, Kamis (1/4).

Baca Juga

Genius menyebutkan, sudah jadi tugas dari pemerintah adalah memberikan upaya perlindungan atas bencana bagi warga masyarakatnya salah satunya dengan melakukan simulasi bencana tersebut.

Dia menambahkan, praktek simulasi bencana nanti secara teknis akan dibimbing Lantamal II Padang didampingi BPBD Pariaman, dan peserta simulasi nanti adalah masyarakat sekitar dan beberapa instansi di kota itu.

Selain simulasi mitigasi bencana, lanjut Genius, juga akan ada bakti sosial berupa pembagian sembako, penanaman mangrove, pemberian materi tentang penanggulangan bencana, dan kegiatan simulasi bencana tentang bagaimana tindakan yang akan dilakukan jika terjadi bencana gempa dan tsunami.

Dikatakannya, materi yang disampaikan diantaranya adalah potensi bencana yang dapat terjadi, jenis-jenis bencana dan upaya teknis yang dapat dilakukan saat terjadi bencana dan setelah terjadi bencana.

"Kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Diharapkan kegiatan ini dapat menambah wawasan agar semua pihak lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi kapanpun dan dimanapun ", tutup Genius.

Untuk diketahui, kegiatan simulasi bencana tingkat Nasional 2021 ini hanya dilaksanakan di tiga daerah di Indonesia yakni di Kota Kupang, Provinsi NTT, Provinsi Banten dan Kota Pariaman Provinsi Sumbar.

Komentar