Pemulihan Sektor UMKM Cukup Penting

Ekonomi-166 hit 08-04-2020 12:25
Anggota Komisi VI DPR Komisi VI Nevi Zuairina. (Foto : Dok. dpr.go.id)
Anggota Komisi VI DPR Komisi VI Nevi Zuairina. (Foto : Dok. dpr.go.id)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Anggota DPR Komisi VI Nevi Zuairina meminta secara khusus pada Kementerian Perindustrian untuk penanganan wabah Covid-19, dan pemulihan Sektor Industri ini dititik beratkan pada usaha berskala mikro, kecil dan menengah.

Data yang dia himpun, di Jakarta saja, sebanyak 16.065 pekerja di PHK dan 72.770 pekerja dirumahkan (Data Disnakertrans DKI Jakarta), sedangkan data Gugus Sosial Ekonomi Percepatan Penanganan Covid -19 Jawa Timur menunjukkan ada 814 karyawan (1,48 persen) di PHK akibat pandemi Corona. Di Jawa Tengah, 40 pabrik Industri dan perusahaan stop produksi (data APINDO Jawa Tengah).

"Karyawan di-PHK dan dirumahkan akibat dua hal. Pertama Demand (permintaan) menurun drastis, yang kedua kebijakan Social Distancing akibat mewabahnya Corona tanpa perimbangan yang memadai dari institusi pemerintah baik pusar maupun daerah," tutur Nevi.

Baca Juga

Politisi PKS ini mengatakan, industri yang paling terpukul akibat adanya pandemi Covid-19 ini adalah Industri manufaktur seperti pabrik garmen, tekstil, otomotif, elektronik yang selama ini menyumbang PDB sangat besar tahun 2019, sebesar 19,62 persen. Namun yang langsung berdampak pada cashflow usaha sekaligus cashflow konsumsi rumah tangga adalah yang skalanya adalah UMKM.

"Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ini mempunyai karyawan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pertengahan 2019 saja ada sekitar 58 juta UMKM di Indonesia. Semua pemilik UMKM maupun karyawannya, saat ini menghadapi situasi yang serba sulit. Hadirnya Kemenperin di tengah UMKM mesti menjadi penyelamat usaha-usaha kecil ini," pinta Nevi.

Ketua Forum UMKM Sumbar ini mengingatkan pada semua pihak, bahwa pelaku UMKM ini sangat berat membayar karyawannya. Apabila pemberlakuan PSBB di suatu daerah, industri harus mematuhi protokol kesehatan bagi IKM , yang berarti ada beban tambahan berupa penyediaan fasilitas strilisasi, masker, handsanitizer dan lain sebagainya.

"Bantuan Pemerintah harus hadir untuk sektor IKM untuk memenuhi beban tambahan yang sulit dipenuhi. Penyediaan Perlengkapan memenuhi protokol pencegahan virus akan memberikan kelancaran usaha sekaligus upaya pengurangan penyebaran Covid-19 ini," kata Nevi Zuairina. (rel)

Komentar