60 Mustahik Terima Zakat

Metro- 20-04-2021 14:43
Wali Kota Genius Umar saat bersama masyarakat ketika menyerahkan zakat di Masjid Al-Furqan Desa Sikapak, Selasa pagi (20/4). (Dok : Istimewa)
Wali Kota Genius Umar saat bersama masyarakat ketika menyerahkan zakat di Masjid Al-Furqan Desa Sikapak, Selasa pagi (20/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Pemko Pariaman memiliki inovasi untuk mengintervensi kemiskinan di kota itu, antara lain melalui pendidikan. Program yang dikenal dengan Satu Rumah Satu Sarjana (Sagasaja) ini akan menguliahkan masyarakat tidak mampu di Kota Pariaman pada perguruan tinggi vokasi yang sudah ditentukan. Sehingga diharapkan setelah tamat kuliah dan mendapat pekerjaan, mereka bisa mengangkat derajat keluarga dan keluar dari kemiskinan.

Hal tersebut dikatakan, Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat membuka acara pendistribusian zakat mustahiq bagi pelaku ekonomi produktif di Masjid Nurul Islam di Kelurahan Jalan Kereta Api Kecamatan Pariaman Tengah, Selasa siang (20/4).

Pemerintah Kota Pariaman mengkuliahkan bagi anak yang kurang mampu di politeknik yang ada di Sumbar, bahkan tahun ini di kuliahkan di fakultas vokasi ITB dan fakultas vokasi UI.

Baca Juga

"Tujuannya program ini, agar anak yang kurang mampu bisa sarjana dan diploma. Ketika bekerja, maka anak tersebut yang nanti membawa keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan", ujarnya.

"Dan alhamdulillah, program ini sudah berjalan selama dua tahun dan telah hampir 200 orang yang telah dikirim Pemko Pariaman yang berasal dari keluarga kurang mampu ini keperguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemko Pariaman", ualsnya.

Genius Umar juga menuturkan ada juga program Pariaman Makmur seperti sekarang ini, dimana bantuan zakat mustahiq ini diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu tetapi yang telah memulai usaha kecil-kecilan atau UMKM, seperti membuat ladu, sala, goreng pisang dan lontong.

"Zakat mustahiq yang di distribusikan untuk se Kota Pariaman hampir 500 orang mustahik. Total keseluruhan yang mendapatkan program tersebut adalah Rp 670.500.000. Dengan masing-masing mustahik mendapat sebesar Rp. 1,5 juta untuk tambahan modal usaha", jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa untuk mengurangi kerumunan, maka pendistribusian dibagi per kecamatan. Sebelumnya, untuk Kecamatan Pariaman Utara sudah dibagikan sebanyak 60 orang mustahik Selasa pagi (20/4) di Masjid Al-Furqan Desa Sikapak Barat Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

"Sementara untuk Kecamatan Pariaman Tengah ada sebanyak 140 orang mustahik menerima zakat di Masjid Nurul Islam Kelurahan Jalan Kereta Api Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman", sambungnya.

Dari bantuan yang didapat ini, Genius mengharapkan masyarakat Kota Pariaman yang sudah memiliki usaha dengan diberikan tambahan modal oleh Pemko Pariaman melalui Baznas menjadikan usahanya semakin maju dan lebih meningkat.

Komentar