Afridawati Didapuk Duduk di Kursi Bupati

Metro- 10-07-2021 11:30
Afridawati diberi penghargaan untuk duduk di kursi kerja bupati yang didampingi Eka Putra yang berdiri di sampingnya, Jumat (9/7). (Dok : Istimewa)
Afridawati diberi penghargaan untuk duduk di kursi kerja bupati yang didampingi Eka Putra yang berdiri di sampingnya, Jumat (9/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Tanahdatar, Arunala -- Ada momen mengharukan saat Bupati Tanahdatar, Eka Putra mengundang lima orang guru yang segera memasuki purnatugas ke ruang kerjanya, Jumat (9/7).

Momen haru itu justru cukup dirasakan sekali oleh Afridawati, seorang dari lima guru yang diundang langsung Eka Putra hari itu. Afridawati yang merupakan SD 11 Tanjung Barulak diberi penghargaan untuk duduk di kursi kerja bupati sambil didampingi Eka Putra yang berdiri di sampingnya.

Dirinya tidak menyangka dan tidak kuasa menahan haru saat berfoto bersama orang nomor satu di Kabupaten Tanahdatar itu yang berdiri di sampingnya sementara dirinya duduk di kursi bupati.

Baca Juga

"Tarimo kasih pak bupati, sungguah indak manyangko pak, (Terima kasih pak bupati, sungguh tidak menyangka pak), kami diundang datang," ungkapnya.

Begitu juga Muhammad Indra Caya yang saat ini menjabat Kasi Kessos Kecamatan Pariangan, mengaku tidak bisa tidur ketika kemarin dirinya diberitahu untuk datang ke ruangan bupati.

"Ndak bisa lalok ambo tadi malam pak bupati, apo kiro-kiro salah ambo dipanggia, eh kironyo ndak kanai berang doh, malah dapek piagam (Tidak bisa tidur saya semalaman pak bupati, saya kira ada salah apa sehingga dipanggil, eh tahunya saya tidak kena marah, justru dapat piagam)," ujar Indra yang mengawali karir sebagai guru olah raga ini sambil tersenyum.

Sedangkan, Kasnidar yang menjadi Kepala SDN 05 Padang Ganting, malah menyampaikan rasa harunya diundang langsung bupati menerima SK pensiun dirinya.

"Saya tidak menduga dan tersanjung dengan acaranya seperti ini, ramah tamah dengan pak bupati di ruang kerja bapak, ini pertama kalinya masuk ruang bupati walaupun sudah bertugas 38 tahun," sebut

Kasnidar juga menuturkan berat bagi dirinya untuk mengakhiri masa dinasnya.

"Yang membuat berat itu berpisah dengan anak-anak di sekolah, tidak bertemu di ruang kelas lagi. Tapi kami bersyukur banyak anak-anak didik yang sudah berhasil di berbagai bidang. Mendengar mereka sukses saja, kami tertumpang bangga dan senang juga pak bupati," katanya.

Komentar