Nias Utara kembali Diguncang Gempa

Metro- 10-07-2021 11:46
Peta yang memperlihatkan lokasi gempa di Kabupaten Nias Utara, Sabtu pagi (10/7). (Dok : Istimewa)
Peta yang memperlihatkan lokasi gempa di Kabupaten Nias Utara, Sabtu pagi (10/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Nias, Arunala - Warga Kabupaten Nias Utara merasakan getaran gempa dengan Magnitudo (M) 5,6 terjadi pada Sabtu pagi (10/7) pukul 09.41 WIB.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias melaporkan warganya telah beraktivitas seperti biasa pasca gempa terjadi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran pers diterima Arunala. com, Sabtu (10/7).

Menurut dia, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan parameter gempa M5,9 berada di 75 km barat laut Nias Utara, Sumut dengan kedalaman 10 km.

Baca Juga

"Berdasarkan permodelan BMKG, gempa yang berpusat di laut ini tidak berpotensi tsunami," sebut dia.

Selain itu, lanjut Abdul Muhari, BMKG juga mengidentifikasi guncangan dirasakan di wilayah Gunung Sitoli, dan Kabanjahe yakni II MMI, dan wilayah Nias Utara III-IV MMI.

Modified Mercalli Intensity atau MMI merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. BMKG menggambarkan IV MMI guncangan dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi, sedangkan III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

"Sementara skala II MMI mendeskripsikan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," jelas dia lagi.

Abdul Muhari menyebutkan, berdasarkan kajian analisis risiko InaRISK, wilayah Kabupaten Nias Utara memiliki risiko bencana gempabumi sedang hingga tinggi dengan luas risiko 97.492 hektar atau sebanyak 11 kecamatan terpapar.

Hingga berita ini dirilis belum ada laporan terkait kerugian maupun korban akibat gempa tersebut, namun petugas BPBD setempat terus melakukan pantauan dan siap siaga apabila terjadi gempa susulan.

Dirinya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

"Untuk mengurangi dampak gempa hindari bangunan yang rentan guncangan. Timbuknya korban sebagian besar diakibatkan tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh karena tidak mampu menahan guncangan gempa," kata Abdul Muhari.

Komentar