Program Belajar dari Rumah Dimulai

Edukasi-354 hit 11-04-2020 07:49
Logo belajar dari rumah. ( Dok : kemendikbud)
Logo belajar dari rumah. ( Dok : kemendikbud)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Mulai Senin, (13/4), Televisi Republik Indonesia (TVRI) akan menayangkan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertajuk Belajar dari Rumah.

Program tayangan ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orang tua, selama masa belajar di rumah di tengah wabah Covid-19.

Program Belajar dari Rumah di TVRI akan diisi dengan berbagai tayangan edukasi, seperti pembelajaran untuk jenjang PAUD hingga pendidikan menengah, tayangan bimbingan untuk orang tua dan guru, serta program kebudayaan di akhir pekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu. Untuk sementara, program ini direncanakan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020.

Baca Juga

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, meskipun Kemendikbud sudah menjalin kerja sama dengan platform teknologi atau online learning milik swasta untuk memfasilitasi siswa belajar di rumah.

Kemendikbud menyadari bahwa masih banyak sekolah di daerah yang tidak memiliki akses internet, kesulitan menggunakan platform teknologi, hingga keterbatasan dana untuk kuota internet atau pulsa.

"Kemendikbud ingin memastikan bahwa dalam masa yang sangat sulit ini ada berbagai macam cara untuk mendapatkan pembelajaran dari rumah, salah satunya melalui media televisi. Karena itu kami meluncurkan program Belajar dari Rumah," ujar Mendikbud Nadiem Makarim dalam konferensi video pada Kamis, (9/4).

Diharapkan, program Belajar dari Rumah ini dapat memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang memiliki keterbatasan akses internet maupun keterbatasan ekonomi. TVRI merupakan saluran gratis yang bisa dinikmati masyarakat di berbagai daerah, dan bisa dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan orang tua untuk membantu pembelajaran dari rumah selama pandemi Covid-19.

"Ini merupakan respons cepat atas komplain masyarakat di daerah yang tidak memiliki akses internet dan masukan dari Komisi X DPR saat rapat kerja pada 27 Maret lalu. Semangat program kita tetap Merdeka Belajar," tutur Mendikbud.

Menurutnya, konten pembelajaran dalam program Belajar dari Rumah akan fokus pada literasi, numerasi, dan penumbuhan budi pekerti atau pendidikan karakter. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi bersama lembaga pemerintah yang independen untuk mengkaji kualitas program Belajar dari Rumah, seperti mengukur apakah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Mendikbud juga menuturkan, gotong rotong menjadi kunci dalam memfasilitasi anak bangsa untuk mendapatkan akses pendidikan. Karena itu Kemendikbud terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam hal pembelajaran, seperti membuat konten edukatif, edutainment, atau platform teknologi, baik dengan mitra yang berada di Indonesia maupun mancanegara.

Adapun jadwal tayang yang akan dilakukan TVRI bersama Kemendikbud yakni pukul 08.00 WIB - 08.30 WIB akan diadakan materi untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Untuk pukul 08.30 WIB - 09.00 WIB akan diadakan materi untuk kelas 1 hingga 3 Sekolah Dasar (SD).

Kemudian pukul 10.00 WIB - 10.30 WIB akan diadakan materi untuk kelas 4 hingga 6 SD. Sedangkan pukul 10.30 WIB - 11.00 WIB akan diadakan materi untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selanjutnya untuk tingkat Sekolah Menengah Akhir (SMA) atau sederajat, materi pembelajarannya dimulai pukul 14.00 WIB - 14.30 WIB. Terakhir pukul 14.30 WIB -15.00 WIB akan diadakan pengasuhan dan pendidikan anak untuk orang tua dan guru. (rel)

Komentar