Temukan Penumpang Kapal MF tak Miliki Surat Vaksin

Metro-353 hit 13-07-2021 23:28
Wali Kota Padang, Hendri Septa bersam tim terpadu saat sidak penumpang kapal Mentawai Fast yang baru sandar di pelabuhan Muaro Padang, Selasa sore (13/7). (Foto : Derizon Y)
Wali Kota Padang, Hendri Septa bersam tim terpadu saat sidak penumpang kapal Mentawai Fast yang baru sandar di pelabuhan Muaro Padang, Selasa sore (13/7). (Foto : Derizon Y)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala -- Wali Kota Padang, Hendri Septa bersama tim terpadu secara mendadak mendatangi Pelabuhan Muaro Padang, dan memeriksa penumpang kapal Mentawai Fast (MF) yang baru merapat di pelabuhan itu dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa sore (13/7).

Kehadiran wali kota dan tim itu untuk melihat dari dekat penerapan PPKM Darurat yang dilakukan Pemko Padang di pelabuhan tempat kapal Mentawai Fast itu sandar.

Dari pantauan di lapangan, terlihat penumpang kapal yang hendak keluar pelabuhan sempat tertahan, sebab setelah diperiksa tim terpadu mereka itu banyak yang tidak memenuhi persyaratan masuk ke kota seperti tidak memenuhi persyaratan masuk kota seperti surat vaksinasi dan rapid antigen.

Baca Juga

"Saat saya bersama tim sidak penumpang kapal Mentawai Fast yang baru datang dari Mentawai itu, masih ditemukan sebagian penumpang kapal tidak bisa menunjukan surat vaksin dan rapid antigen untuk masuk ke Padang," kata Hendri Septa ketika sidak itu.

Kemudian, lanjut Hendri Septa, terhadap para penumpang kapal yang tidak bisa menunjukan surat vaksinasinya, lalu didata oleh petugas untuk selanjutnya dilakukan tracing.

Dalam tracing nanti, tambah wali kota ini, petugas nantinya mendatangi rumah penumpang tadi. Bila nantinya tidak ada surat vaksin atau rapid antigennya, maka dilakukan uji swab penumpang yang datang hari ini, dan harus jalani vaksinasi di Puskemas terdekat tempat penumpang itu tinggal.

"Ini sangat penting dilakukan, sebab ada kemungkinan penumpang tersebut akan kembali ke Mentawai setelah Idul Adha nanti," ungkap Hendri Septa lagi.

Dia menyebutkan, sesuai dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2021, Kota Padang termasuk kota dalam melaksanakan PPKM Darurat.

Terhadap pihak pengelola kapal, Hendri Septa menyebutkan sudah ada kesepakatn antara pemilik kapal dan petugas untuk semebtara waktu mengoperasikan kapalnya.

"Kapal MF tidak berlayar mulai besok (Rabu, red) hingga 20 Juli 2021 nanti, baik dari Padang ke Mentawai maupun sebaliknya. Aturan PPKM darurat ini juga dilakukan di pelabuhan Bungus, Padang," tukas Hendri Septa.

Sementara itu, Kepala KSOP Pelabuhan Muaro Padang, Nasyirwan mengakui ada sebagian penumpang kapal MF hari itu (Selasa, red) yang tidak bisa menujukan surat telah divaksin atau rapid antigen.

"Dari dua kapal yang merapat dari Kabupaten Kepuluan Mentawai ke Padang hari itu, sebagian penumpangnya tidak bisa melihatkan atau menujukan surat vaksinasi mereka kepada petugas di Pelabuhan Muaro Padang," sebut dia.

Dia menilai, penerapan PPKM Darurat yang dilakukan Pemko Padang ini sebagai upaya pencegahan dan penyebaran wabah virus Covid-19, dan masyarakat wajib mentaatinya.

Di sisi lain, pemilik Kapal Mentawai Fast, Felix menyebutkan, ada 54 orang penumpang kapal Mentawai Fast berangkat dari Tuapejat ke Padang. Sedangkan kapal dari Siberut membawa penumpang sebanyak 74 orang.

Dirinya menilai penerapan PPKM Darurat dari Pemko Padang ini terlalu cepat diterapkan, bahkan dia mengaku sosialisasi penerapan PPKM Daryrat dari dinas terkait belum sampai ke pihaknya.

"Informasi penerapan PPKM Darurat di Kota Padang ini dari media sosial (medsos), itupun sudah larut malam," ujar Felix.

Bila PPKM Darurat cepat disosialisasi pemko pada operator, sambung Felix, tentunya bisa disampaikan kepada penumpang kapal agar miliki hasil ada rapid antigen, atau vaksin.

"Karena keterbatasan waktu dan minimnya sosialisasi sulit untuk mencegah penumpang sudah membeli tiket sehari sebelum jadwal keberangkan mereka. Kami juga minta pemko agar cepat berikan sosialiasi terkait PPKM itu," pungkas Felix.

Menyangkut berhenti sementara pengoperasian kapal, Felix mengaku hal itu didapat setelah adanya kesepakatan pihaknya dengan Pemko Padang.

Kami berhenti sementara operasi terhitung Rabu (14/7) besok hingga hingga 20 Juli 2021. Ini sebagai bentuk pihak kami mematuhi penerapan PPKM Darurat Kota Padang," kata Felix.

Komentar