BIM Berlakukan Pembatasan Operasionsl

Ekonomi-265 hit 11-04-2020 18:32
Kapolsek Kawasan BIM dan jajarannya saat memantau arus penumpang di BIM, Sabtu siang (11/4). (Foto : Dok. AP II BIM)
Kapolsek Kawasan BIM dan jajarannya saat memantau arus penumpang di BIM, Sabtu siang (11/4). (Foto : Dok. AP II BIM)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padangpariaman, Arunala - Mulai Kamis (16/4) nanti hingga Jumat (15/5) mendatang pengelola Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berlakukan pembatasan operasionalnya.

Hal ini berkaitan mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Sumbar.

"Di tengah pandemi Covid-19, BIM akan beroperasi dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan kondisi normal," ungkap Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) BIM, Yos Suwagiyono kepada Arunala.com , Sabtu siang (11/4).

Baca Juga

Pemberlakukan operating hours/jam operasional itu, sebut Yos, menjadi jam 08.00 hingga pukul 20.00. Sebelumnya operasional BIM pukul 05.00 hingga pukul 24.00.

Lebih lanjut, Yos Suwagiyono atau yang kerap disapa Bang Yos mengatakan dipersingkatnya jam operasional bandara ini dapat menjaga aspek kesehatan traveler dan personel bandara.

"Pada masa penuh tantangan akibat mewabahnya Covid-19 ini yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan traveler serta personel bandara. Kami sudah melakukan penyesuaian pola operasional dan penyesuian jam operasional sehingga memungkinkan diterapkannya konsep work from home dan physical distancing bagi personel operasional di bandara," jelas Yos.

Dirinya menyatakan kebijakan ini telah mendapat persetujuan dari regulator dengan diterbitkannya Notice to Airmen terkait jam operasional bagi masing-masing bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura II (Persero).

Seperti yang disebutkan kantor AP II Pusat, lanjut Yos, Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan meski jam operasional dipersingkat namun bandara-bandara itu akan tetap siaga untuk mengantisipasi sejumlah penerbangan dalam kondisi khusus.

Jam operasional di 12 bandara dipersingkat di tengah pandemi COVID-19, namun demikian PT Angkasa Pura II tetap siaga apabila ada pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional dan membutuhkan bandara untuk mendarat. Kami juga siaga jika ada penerbangan terkait medis dan penerbangan logistik khususnya yang mengangkut sampel infection substance COVID-19."

"Selain itu, bandara juga tetap dibuka jika ada pesawat yang terpaksa mendarat di luar jam operasional bandara karena misalnya ada keterlambatan keberangkatan di titik origin dan lain sebagainya," kata Yos Suwagiyono mengutip penjelasan Muhammad Awaluddin.

Komentar