Wawako Pariaman Vidcon dengan Wagub Sumbar

Metro-29 hit 12-07-2021 14:25
Wawako Pariaman, Mardison Mahyuddin saat ikuti vidcon penanggulangan Covid-19 se Sumbar bersama Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, Senin (12/7). (Dok : Istimewa)
Wawako Pariaman, Mardison Mahyuddin saat ikuti vidcon penanggulangan Covid-19 se Sumbar bersama Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, Senin (12/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Dipimpin Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin ikuti video conference (vidcon) Penanggulangan Covid-19 se Sumbar, Senin (12/7).

Ada tiga kota di Sumbar yang mulai hari ini diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro.

Dalam arahannya, Audy Joinaldy mengatakan saat ini tingkat kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sumbar cukup tinggi, trendnya setiap hari makin meningkat, sehingga Sumbar telah berada di zona merah atau levelasesmen 4 di Indonesia.

Baca Juga

"Dengan status tersebut, kita berharap peran serta aktif dari kepala daerah kabupaten kota yang ada di Sumbar, dapat mengambil langka-langkah strategis untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di daerahnya masing-masing," ujarnya.

Berdasarkan analisa data Dinas Kesehatan Sumbar, lanjut Audy, selama pekan ke-70 pandemi Covid-19 yang terhitung 11-17 Juli 2021, ada tiga kota yang masuk pada level assesmen 4, atau transmisi yang tidak terkontrol dengan kapasitas respons tidak memadai (kondisi darurat), yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang dan Kota Padangpanjang.

"Dengan ditetapkannya Level Assesmen, situasi pandemi pada minggu ke-71 ini, diminta kabupaten kota segera menyesuaikan segala aktivitas daerahnya dengan ketentuan yang ada. Terpenting segera dilakukan adalah pendirian rumah isolasi oleh masing-masing daerah, serta peningkatan vaksinasi di daerahnya masing-masing. Kita juga akan memfasilitasi kebutuhan tiap kabupaten kota apabila kekurangan bed dan vaksin di daerah," ungkapnya.

Lebih lanjut Audy Joinaldy berharap satgas kabupaten/kota lebih intensif lagi memberlakukan berbagai upaya yang dianggap penting dan perlu, seperti melakukan tracking dan tracing masiv terhadap masyarakat potensial terpapar Covid-19, dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah.

"Kita juga mengimbau, kiranya masyarakat juga berperan aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan berdisiplin tinggi menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari. Tanpa dukungan masyarakat, apapun regulasi, cara, metode yang akan diterapkan pemerintah, tidak akan berjalan baik tanpa adanya dukungan dan partisipasi masyarakat secara keseluruhan," tukasnya.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan Kota Pariaman saat ini gencar melakukan razia dan penindakan pelanggaran protokol kesehatan baik kepada perorangan tempat usaha oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pariaman

"Kami secara rutin dan berkala melakukan razia untuk pelanggar prokes, baik di fasilitas umum dan tempat wisata. Kita juga gencar melaksanakan vaksinasi yang kita lakukan setipa hari, selain kebijakan berlandaskan kearifan lokal (local wisdom) dengan membuat Desa Tangguh, yang menyediakan tempat isolasi dari Desa dan kelurahan," tutupnya.

Komentar