DPRD Pasbar Belajar ke Kota Pariaman

Metro-32 hit 15-07-2021 17:18
Rombongan DPRD Pasbar saat studi banding ke Kota Pariaman, Kamis (15/7). (Dok : Istimewa)
Rombongan DPRD Pasbar saat studi banding ke Kota Pariaman, Kamis (15/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Rombongan dari DPRD Pasaman Barat (Pasbar) studi banding mekanisme pembuatan naskah akademik Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) ke Kota Pariaman, Kamis (15/7).

Rombongan ini, dipimpin Wakil Ketua DPRD Pasbar, Daliyus didampingi Ketua Bapemperda DPRD, Supriono, dan 7 anggota DPRD lainya dan Kabag Hukum Pemkab Pasbar, Ide Syukroni dan jajaranya.

"Kami banyak mendengar Kota Pariaman melalui Bagian Hukumnya banyak membuat Ranperda yang diajukan ke DPRD-nya, sehingga dalam setahun ada lebih dari lima Perda (Peraturan Daerah) yang dapat dibuat bersama DPRD," ujar Daliyus ketika memberikan sambutanya di ruang rapat wali kota.

Baca Juga

Daliyus mengatakan, pihaknya juga membawa Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Papemperda) beserta seluruh anggotanya, dalam rangka mendalami bagaimana alur mekanisme pembuatan naskah akademik ranperda, yang nantinya akan melahirkan Perda.

"DPRD Pasbar tidak terlalu banyak menerima usulan ranperda dari Pemkab Pasbar, apalagi sejak pandemi Covid-19 saat ini kami di DPRD hanya membahas ranperda yang wajib-wajib saja, seperti ranperda APBD dan sebagainya yang berkaitan denga keuangan," tukasnya.

Sementara itu, Asisten II Kota Pariaman, Sumiramis didampingi Kabag Hukum, Indra Syamsu, mengatakan Pemko Pariaman di tahun 2020 ini mengajukan 20 ranperda, dan sampai Juli 2021 ini sudah ada lima ranperda yang dibahas dengan DPRD.

"Minimal kita mengusulkan 10 ranperda untuk dibahas DPRD, khusus tahun 2021 ini, kami usulkan 20 ranperda dan sudah ada lima yang dibahas bersama dan sedang menuju penetapan," kata Sumiramis.

Dirinya juga mengungkapkan pemko melalui Bagian Hukum juga mengikutsertakan instansi vertikal seperti Kejaksaan, Kepolisian dan Pengadilan, sehingga ranperda yang dibuat dengan dengan baik dengan melibatkan instansi vertikal tersebut.

"Melalui kajian dari instansi yang kami libatkan dalam pembuatan ranperda itu, menjadikan proses pembahasannya segera mendapat persetujuan dari DPRD," tutup Sumiramis.

Komentar