Pangdam I Bukit Barisan Serahkan Oxigen Concentator

Metro-254 hit 11-08-2021 14:31
Pangdam 1/BB, Mayjend TNI Hassanudin serah unit Oxigen Concentator pada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo, Padang, Rabu (11/8). (Foto : Derizon)
Pangdam 1/BB, Mayjend TNI Hassanudin serah unit Oxigen Concentator pada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo, Padang, Rabu (11/8). (Foto : Derizon)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayjend TNI Hassanudin menyerah 50 unit Oxigen Concentator pada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo, Padang, Rabu (11/8).

"Bantuan Alat kesehatan berupa 50 unit alat Oksigen Concentator (Merk Jumao Medical Oxygen Concentrator Generator 10 L) untuk rumah sakit di wilayah Sumbar," kata Pangdam 1/BB, Mayjend TNI Hassanudin.

Menurut dia,Oxygen Concentrator ini berasal dari Panglima TNI guna mendukung penanganan Covid di Sumbar.

Baca Juga

"Bantuan ini dapat bermanfaat dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Sumbar, dan diharapkan situasi segera pulih dan ekonomi segera bangkit," ucap dia.

Sementara, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan Panglima TNI itu.

"Ada 50 unit Oxygen Concentrator yang diterima Pemprov Sumbar, dan ini merupakan bantuan dari Panglima TNI," ucap dia.

Menurutnya, bantuan tersebut akan distribusikan pada 42 rumah sakit yang menangani pasien Covid di Sumbar.

"Langsung distribusikan pada rumah sakit di Sumbar menangani pasien Covid-19,"sebut dia.

Di samping itu, lanjut Mahyeldi, oxigen ini juga distribusikan ke RSUD di wilayah Sumbar.

Ada empat Kota yang butuh Oxygen Concentrator yakni Padang, Bukittinggi, Solok, Padangpanjang.

Dia menambahkan, selama ini ada empat daerah Sumbar yakni Padang, Bukittinggi, Solok, Padangpanjang cukup tinggi warga terpapar Covid-19.

"Rumah sakit di Padang, tidak saja melayani pasien Covid-19 warga Padang namun juga ada di luar Sumbar," kata Mahyeldi.

Komentar