Bupati Pessel: Warga Bermukim di Perbukitan Agar Waspada

Metro-90 hit 19-09-2021 22:00
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar ketika menyerahkan bantuan kepada salah seorang pemilik rumah yang rusak akibat longsor, Minggu (19/9). (Dok : Istimewa)
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar ketika menyerahkan bantuan kepada salah seorang pemilik rumah yang rusak akibat longsor, Minggu (19/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Snm

Painan, Arunala -- Pasca longsor yang melanda warga Kampung Air Tambang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sabtu (18/9), membawa kesedihan bagi warga yang terdampak.

Melihat dari akibat yang ditimbulkan bencana longsor itu, Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar kemudian meminta dan juga mengingatkan masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan agar tetap waspada, karena dalam kondisi cuaca musim hujan rawan longsor.

"Bila perlu untuk sementara warga yang bermukim di lereng bukit pindah ke rumah familinya selama musim hujan berlangsung," kata Rusma Yul Anwar saat serahkan bantua pada warga terdampak bencana tanah longsor di Kampung Air Tambang itu, Minggu (19/9).

Baca Juga

Usai serahkan bantuan, Rusma Yul Anwar juga melakukan dialog dengan masyarakat yang terdampak tanah longsor.

Adapun bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh bupati pada saat itu, berupa makanan siap saji, terpal, selimut, kasur, family kit, peralatan dapur, serta bantuan lainnya.

Pada kesempatan itubupati ini juga menyerahkan bantuan uang dari anggota DPR RI, Andre Rosiade dan anggota DPRD Pessel, Novermal.

Anggota DPRD Pessel asal Dapil setempat, Noverma Yuska menyampaikan, terimakasih atas kunjungan Bupati Rusma Yul Anwar atas bantuan yang diberikan Pemkab Pessel kepada para korban yang terkena longsor itu.

"Saya atas nama masyarakat sempat mengucapkan terimakasih atas repons bupati terhadap bencana yang melanda masyarakatnya," kata Novermal.

Kemudian dirinya juga meminta warga terdampak tanah lpngsor merelokasi bangunan rumahnya ke lokasi lain.

Sebagimana diketahui,sebanyak delapan unit rumah warga yang rusak akibat dilanda longsor di Kampung Air Tambang itu, pada Sabtu (18/9).

Dari kejadian itu diketahui, tiga unit rumah rusak berat, yaitu rumah milik Ropika Yanti, kemudian rumah milik Topit dan terakhir rumah milik Aidil Fitri.

Sedang rumah dengan kategori rusak sedangada tiga unit pula, masing-masing milik Ben Suhendri, Pendi dan Liber Waneri. Kemudian dua unit rumah lagi alami rusak ringan yaitu rumah Harusman dan Erman.

Komentar