APBD Perubahan Kota Pariaman Turun 1,06 Persen

Metro-29 hit 20-09-2021 15:11
Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat serahkan nota keuangan RAPBD-perubahan tahun anggaran 2021, kepada Ketua DPRD Pariaman, Fitri Nora, Senin (20/9). (Dok : Istimewa)
Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat serahkan nota keuangan RAPBD-perubahan tahun anggaran 2021, kepada Ketua DPRD Pariaman, Fitri Nora, Senin (20/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Dalam pembahasan anggaran perubahan pada APBD-P Kota Pariaman tahun anggaran 2021 ini diproyeksikan diksikan menurun dibandingkan dari APBD awal tahun 2021.

Proyeksi turunnya anggaran perubahan tahun 2021 itu disampaikan Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat menyampaikan nota keuangan RAPBD-perubahan tahun anggaran 2021, dalam rapat paripurna DPRD kota setempat, Senin (20/9).

"Pada APBD awal 2021, jumlahnya Rp639.480.755.235, setelah perubahan menjadi Rp632.692.721.257 atau berkurang sebesar Rp6.788.033.979 atau sekitar 1,06 persen," ujar Genius Umar dalam penyampaian nota keuangan itu.

Baca Juga

Sedangkan perkiraan PAD 2021, lanjut Genius, sebesar Rp45.500.928.276, dan setelah perubahan diperkirakan bertambah sebesar Rp850.086.155, sehingga setelah perubahan menjadi R.46.351.014.431.

Sementara untuk penerimaan dana perimbangan, kata Genius lagi, semula direncanakan sebesar Rp557.101.120.731, namun pada anggaran perubahan ini mengalami pengurangan sebesar Rp7.638.120.133 atau 1,32 persen sehingga menjadi sebesar Rp569.463.000.598.

Kemudian, sambungnya, perkiraan belanja daerah 2021 semula dianggarkan sebesar Rp671.456.170.235, nyatanya bertambah sebesar Rp2.569.421.512,76 (0,38 persen), sehingga pada perubahan ini menjadi Rp674.025.591.747,76.

Genius menyebutkan, turunnya proyeksi APBD perubahan Kota Pariaman itu akibat dari penanggulangan bencana pandemi Covid-19, yang menyebabkan berkurangnya pendapatan daerah, baik yang bersumber dari dana transfer ke daerah dari dana perimbangan maupun dari PAD.

"Makanya harus dilakukan relokasi dengan recofusing terhadap program dan kegiatan pada masing-masing OPD untuk dialokasikan ke belanja penanggulangan Covid-19 yang terutama dialokasikan untuk bidang kesehatan," tukas Genius Umar.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, hal yang mendasari dilakukan pergeseran adalah berkurangnya alokasi pendapatan sebagai dampak dari terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : HK.01.07/MENKES/4241/2021 tentang petunjuk teknis perencanaan penganggaran pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19, bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil 2021.

Dengan berkurangnya pendapatan serta dialihkannya sebesar delapan (8) persen DAU untuk penganggaran pelaksanaan vaksinasi serta insentif tenaga kesehatan (nakes), mau tak mau pemko pariaman harus melakukan penyesuaian terhadap alokasi belanja.

"Dengan kondisi itu, menjadikan kami mesti lakukan penghematan secara tepat dan mendulukan kepentingan masyarakat, dengan tetap menjaga kelangsungan pelayanan umum dan kegiatan prioritas terutama pembangunan infrastruktur publik," kata Genius Umar.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora diikuti Wakil Wali Kota, Mardison Mahyuddin, Sekko Yota Balad, para asisten dan juga sejumlah OPD, camat dan juga seluruh anggota DPRD Kota Pariaman.

Komentar