Genius Jadi Nara Sumber Webinar Unisbar Pariaman

Edukasi-31 hit 09-09-2021 13:53
Melalui monitor dihadapannya, Wako Genius Umar berikan pemaparan pada peserta webinar yang diadakan Unisbar Pariaman, Kamis siang (9/9). (Dok : Istimewa)
Melalui monitor dihadapannya, Wako Genius Umar berikan pemaparan pada peserta webinar yang diadakan Unisbar Pariaman, Kamis siang (9/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Wali Kota Pariaman, Genius Umar jadi nara sumber dalam webinar "Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf)" dari ruang kerjanya, Kamis (9/9). Webinar digelar oleh Universitas Sumaterat Barat (Unisbar) Pariaman.

Dalam materinya, Genius Umar menyampaikan, ekonomi kreatif ataucreative economyadalah suatu konsep pengembangan ekonomi khususnya pada bidang industri kreatif diera ekonomi baru dengan mengutamakan Informasi dan Teknologi (IT).

"Dengan kemampuan IT ini, kita bisa melakukan traksaksi elektronik melaluiMarket Placeyang bisa dibeli orang dimana saja," ujar Genius kepada peserta webinar tersebut.

Baca Juga

Setidaknya ada beberapa jenis industri ekonomi kreatif, yakni periklanan, arsitektur, seni, kerajinan, desain, mode atau fashion, media (film, video dan fotografi), game atau permainan interaktif, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, software, riset dan pengembangan, musik, serta broadcasting atau penyiaran.

Dihadapan seluruh mahasiswa UNISBAR Pariaman, Genius sampaikan bahwa "orang yang cepat akan menjadi pemenang, jika kita cepat berfikir dan dapat menciptakan kreatifitas yang baru kita akan menjadimarket leaderatau pemenang ," ujarnya.

Genius juga mengatakan, Pemerintah Kota Pariaman dibawah kepemimpinannya mewajibkan semua OPD untuk mengembangkan minimal 10 macam inovasi. Ini adalah bagian dari kreatifitas OPD untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

Ia juga menyebutkan, pertumbuhan sektor ekonomi di indonesia sudah meningkat hingga 5,76 persen berbasiskan pada ekonomi kreatif ini dibandingkan dengan sektor pertambangan, listrik, pertanian dan sektor lainnya. Jika ekonomi kreatif ini terus berkembang, maka indonesia akan tumbuh.

"Kota Pariaman sendiri merupakan daerah pariwisata yang berbasis ekonomi kreatif, buktinya Kota Pariaman bisa tumbuh 2,9 persen disaat ekonomi Sumbar minus. Hal ini disebabkan oleh ekonomi kreatif yang berkembang dikawasan wisata sehingga tercipta iklim bisnis yang positif ," tegasnya.

Genius mengatakan, jika ekonomi kreatif ini dikembangkan dengan strategi pemasaran yang handal, maka akan menjadi ekonomi kreatif dengan pemasaran yang lebih cepat, produktivitas yang tinggi, dan bisa diterima di masyarakat.

Komentar