Pihak Echo Green Latih Petani Perempuan dan Milenial

Ekonomi-169 hit 24-09-2021 13:53
Peserta pelatihan saat dengarkan paparan dari pihak Echo Green ketika ikuti pelatihan, Kamis (23/9) kemarin. (Dok : Istimewa)
Peserta pelatihan saat dengarkan paparan dari pihak Echo Green ketika ikuti pelatihan, Kamis (23/9) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Konsil LSM Indonesia kembali beri pelatihan teknis bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Harmonis Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpariaman, Kamis kemarin (23/9).

Sebelumnya pelatihan diadakan di Kantor Camat Ulakan Tapakis namun kini pelatihan dilakukan di demplot KWT tersebut.

Pelatihan yang merupakan bagian dari program Echo Green ini, dibuka secara resmi Wali Nagari Padang Toboh Ulakan, Bakhri, didampingi Sub-District Coordinator Ulakan Tapakis, Lusi Angrayni dan tenaga ahli (TA) program Echo Green, Sefni.

Baca Juga

Di sisi peserta, ada 30 orang terdiri dari perwakilan pemuda tani dan perempuan tani dari masing-masing Nagari se Kecamatan Ulakan Tapakis, dan pelatihan kali ini membahas pengenalan ekonomi hijau kepada peserta.

"Saya mengharapkan semua peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan Echo Green ini dengan serius dan sampai selesai. Sehingga nantinya akan memberi dampak bagi kelompok dan peningkatan pengetahuan pertanian bagi peserta," ujar Bakhri.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Konsil LSM Indonesia yang telah meluncurkan program ECHO Green di nagarinya.

Terutama dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan melalui produksi pertanian dan perkebunan yang ramah lingkungan oleh petani perempuan dan generasi muda tani.

Sedangkan Sub-District Coordinator Ulakan Tapakis, Lusi Angrayni mengatakan pelatihan ini akan berlanjut hingga minggu depan, dengan materi yang berbeda dan sekaligus menutup rangkaian pelatihan teknis bidang pertanian yang diadakan oleh Konsil LSM Indonesia dengan program Echo Green.

"Kegiatan ini dapat dilaksanakan atas dukungan dari Uni Eropa. Selanjutnya juga akan dilaksanakan pertemuan ke tiga, yakni Pelatihan tentang pembuatan VCO, dan turunannya pada minggu depan, yang sekaligus menutup rangkaian pelatihan dari program ECHO Green ini," jelas Lusi.

Tenaga Ahli dari Program Echo Green, Sefni mengatakan, keterlibatan perempuan dan generasi muda tani ini, diharapkan mampu menambah wawasan dan terbukanya peluang-peluang usaha baru oleh masyarakat.

Sehingga meningkatnya pendapatan masyarakat melalui peningkatan produktivitas tanaman pangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Harapan kami nantinya ada produk unggulan dari Kecamatan Ulakan Tapakis ini. Dan keluaran itu yang ingin kami capai. Seperti penggunaan pupuk organik serta adanya produk sabun natural dari VCO dan pemanfaatan limbah sebagai pupuk. Semoga ini dapat menjadi peluang untuk masyarakat," tutup Sefni. (*)

Komentar