Bawaslu Sumbar Ciptakan Aplikasi SPASI Online

Metro-253 hit 25-09-2021 09:53
Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo didampingi pimpinan Bawaslu Sumbar dan Karnalis Kamaruddin saat me-launching aplikasi SPASI online di Padang beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)
Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo didampingi pimpinan Bawaslu Sumbar dan Karnalis Kamaruddin saat me-launching aplikasi SPASI online di Padang beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar kini merancang sebuah aplikasi online untuk memudahkan masyarakat memberikan laporan adanya dugaan pelanggaran pemilu atau pemilihan yang sedang berlangsung kepada badan ini.

Aplikasi yang diberi nama SPASI (Sistem Pelaporan dan Perlindungan Saksi) online, dan aplikasi ini dirancang atas inovasi Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar, Karnalis Kamaruddin.

"Tujuan saya merancang aplikasi ini karena salah satu penyebab rendahnya kasus laporan dugaan pelanggaran pemilu atau pemilihan, dibandingkan tingkat temuan oleh Bawaslu sendiri," kata Karnalis Kamaruddin kepada Arunala.com di ruang kerjanya, Jumat sore (24/9).

Baca Juga

Dari data yang ada di Bawaslu Sumbar, terang dia, jumlah kasus laporan sebanyak 600 an, sedangkan temuan Bawaslu Sumbar sebanyak 700 sepanjang periode pemilu dan pemilihan sejak 2014 sampai 2020 lalu.

"Mestinya jumlah laporan dugaan pelanggaran pemilu atau pemilihan itu lebih banyak dibanding temuan," ucap Karnalis lagi.

Dia mengaku aplikasi yang dirancangnya ini juga dapat dukungan dari pihak kepolisian dan juga pihak akademisi di Sumbar.

Dijelaskan Karnalis, rendahnya laporan dugaan pelanggaran diterima Bawaslu Sumbar karena banyak masyarakat enggan melapor, penyebabnya bisa saja karena urusannya dirasa terlalu ribet, karena harus datang ke kantor Bawaslu untuk melapor, dan dilanjutkan dengan menyerahkan laporan dan sebagainya.

Hal itu, menurutnya, dirasa memakan waktu agak lama prosesnya, sementara di satu sisi, pelapor ini harus kerja atau melakukan aktivitas lainnya.

"Namun dengan adanya aplikasi SPASI ini, laporan yang diberikan masyarakat itu jauh lebih singkat waktunya, dan mereka tidak perlu lagi datang ke kantor kami, karena mereka bisa beri laporan dugaan pelanggaran dimana dan kapan saja," ujar Karnalis.

Dia melanjutkan, dengan aplikasi ini juga akan menghindari tindakan intimidasi terhadap pelapor dari pihak terlapor, mengingat hal itu berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan si pelapor.

Selain itu, dengan aplikasi SPASI ini identitas pelapor dirahasiakan termasuk saksi-saksi yang dibawa pelapor untuk diperiksa.

"Terakhir, melalui aplikasi SPASI online ini kehadiran saksi-saksi yang disampaikan pelapor akan difasilitasi Bawaslu Sumbar," sebutnya.

Dengan terobosan yang dibuatnya itu, Karnalis mengharapkan nantinya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan laporan ke Bawaslu Sumbar lebih meningkat.

Dia juga menerangkan aplikasi yang dibuat ini juga sebagai syarat atas pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II angkatan XIII yang sedang diikutinya di Aceh.

Di lain pihak, Anggota Bawaslu RI dari Divisi Penanganan Pelanggaran, Ratna Dewi Pettalolo justru beri apresiasi aplikasi SPASI online yang dibuat Karnalis ini.

Bahkan dirinya juga menghadiri langsung launching aplikasi ini di Padang beberapa waktu lalu.

"Semoga dengan sistem pelaporan dan perlindungan saksi online ini mampu memberikan solusi, kenyamanan dan memudahkan masyarakat dalam memberikan laporan setiap dugaan pelanggaran pemilu atau pemilihan," kata Ratna Dewi Pettalolo.(*)

Komentar