Polres Bukittinggi Tangkap Pemilik 583 Ekor Satwa Dilindungi

Metro-118 hit 07-10-2021 07:01
Personel Reskrim Polres Bukittinggi bersama pihak BKSDA setempat satwa dilindungi hasil tangkap dari seorang pria F, Selasa malam (5/10) lalu. (Dok : Istimewa)
Personel Reskrim Polres Bukittinggi bersama pihak BKSDA setempat satwa dilindungi hasil tangkap dari seorang pria F, Selasa malam (5/10) lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Bukittinggi, Arunala - Seorang pria yang diduga memperniagakan satwa dilindungi, berhasil di tangkap Tim Opsnal Kerambit Reskrim Polres Bukittinggi, pada Selasa (5/10) malam.

Tertangkapnya pelaku berinisial F (49) itu dibenarkan Kasat Reskrim AKP Allan Budi Kusumah Latinusa.

"Ia ditangkap di Parabek, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, pada Selasa (5/10) malam," kata Allan kepada media kemarin.

Baca Juga

Allan memaparkan kronologis penangkapan pelaku F, berawal dari Tim Opsnal Kerambit Polres Bukittinggi melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada seseorang melakukan jual beli satwa jenis burung yang dilindungi.

"Setelah mendapat informasi tersebut, tim opsnal langsung mendatangi rumah dari pelaku F di Parabek Kenagarian Ladang Laweh. Sesampai di TKP, ditemukan ratusan ekor burung berbagai jenis," katanya.

Menurut Allan, burung yang ditemukan di rumah F tersebut adalah berupa 583 ekor satwa yang dilindungi.

Diantaranya, tiga ekor Cucak Kuricang, dua ekor Brinyi Kelabu, 14 ekor Cucak Sayap Hijau, sembilan ekor Sunda Bulbul Sumatera, 500 ekor Pleci, 16 ekor Poksai, 14 ekor Kucica Kampung, delapan ekor Cucak Gunung, 12 ekor Madu Srikandi, dan lima ekor Murai Besi.

"Seluruhnya kami bawa ke Polres Bukittinggi sebagai bukti," ujarnya.

Untuk saat ini, pelaku F sedang jalani pemeriksaan, dan sedang dilakukan identifikasi oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bukittinggi.

Dari hasil indentifikasi pihak BKSDA, Allan menambahkan, terdapat empat satwa dilindungi jenis burung (Unggas), yakni Pleci dengan nama latin Zosterops, Poksai Sumatera nama latin Garrulax bicolor, Cicau Daun Sayap Biru Sumatera (Chloropsis moluccensis), burung madu leher-merah/jantingan (Anthreptes rhodolaemus) burung madu leher-merah.

"Pelaku bisa dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a UU Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," pungkasnya Allan.(*)

Komentar