Desember 2021 Transfer Antar Bank jadi Rp2.500

Metro- 24-10-2021 17:44
Seorang warga sedang lakukan transaksi di ATM center di Jakarta. Desember ini BI akan turunkan biaya transfer antarbank jadi Rp2.500. (Dok : Istimewa)
Seorang warga sedang lakukan transaksi di ATM center di Jakarta. Desember ini BI akan turunkan biaya transfer antarbank jadi Rp2.500. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala -- Pekan kedua Desember 2021 ini, Bank Indonesia (BI) menetapkan penurunan harga transfer antar Bank dari Rp6.500 menjadi Rp2.500.

Penurunan charge tersebut diberlakukan melalui program BI FAST Payment tahap I. Program ini merupakan sistem baru yang akan menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

"Sistem ini ditujukan untuk memfasilitasi transaksi kecil alias ritel. Dan

Baca Juga

BI-FAST bersifat national driven sebagai wujud implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, dan mendukung tercapainya sistem pembayaran yang cepat, murah, mudah, aman, dan andal (CEMUMUAH)," ungkap Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono di Jakarta, kemarin.

Implementasi BI-FAST, sebut dia, juga selaras dengan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan, baik di sektor moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah, untuk mendukung terciptanya ekosistem digital yang integrated, interoperable, dan interconnected (3i).

Dalam mengimplementasikan BI-FAST, BI menetapkan kebijakan sebagai berikut:

1. Kepesertaan BI-FAST terbuka bagi bank, Lembaga Selain Bank (LSB), dan pihak lain, sepanjang memenuhi kriteria umum dan khusus yang telah ditetapkan.

2. Penetapan 22 calon Peserta Batch 1 pada Desember 2021 dan 22 calon Peserta Batch 2, pada Januari 2022.

3. Penyediaan infrastruktur BI-FAST oleh Peserta dapat dilakukan secara: independen subindependen (afiliasi), atau sharing antar-Peserta/Pihak Ketiga, sesuai persyaratan yang berlaku.

4. Penetapan batas maksimal nominal transaksi BI-FAST pada implementasi awal ditetapkan sebesar Rp250 juta per transaksi dan akan dievaluasi secara berkala.

5. Penetapan skema harga BI-FAST dari BI ke Peserta ditetapkan Rp19 per transaksi dan dari Peserta ke nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi, yang akan ditinjau secara berkala.

Menurut Erwin Haryono, arus digitalisasi ekonomi dan keuangan terjadi di hampir seluruh aspek kehidupan. Pola konsumsi bergeser menggunakan platform digital dan menuntut metode pembayaran yang serba mobile, cepat, mudah, murah, dan pada saat yang sama tetap aman.

Meluasnya pandemi Covid-19 menciptakan tantangan baru namun juga membuka sejumlah peluang.

"Digitalisasi menjadi kunci untuk akselerasi pemulihan ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Untuk menjawab tantangan digitalisasi di seluruh aspek kehidupan masyarakat, Bank Indonesia menerbitkan BSPI 2025," Erwin Haryono. (*)

Komentar