Ridwan Tulus Dapat Undangan dari Tourism for All Yunani

Wisata- 06-11-2021 17:19
Pendiri Green Tourism Institute, Ridwan Tulus. (Dok : Istimewa)
Pendiri Green Tourism Institute, Ridwan Tulus. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Pendiri Green Tourism Institute, Ridwan Tulus diundang dalam rapat khusus organisasi pariwisata Yunani "Tourism for All" yang akan dilaksanakan tanggal 11 November 2021 secara online.

Diundangnya Ridwan Tulus dalam ajang pariwisata Yunani itu diketahui dari pesan yang ditulis Dwigita T Purisa dalam sebuah grup Whatsapp, Sabtu (6/11).

Dalam pesan itu menyebutkan, pimpinan dari Tourism for All Yunani, Sabine Switala bekerjasama dengan Kementerian Ekonomi Jerman sengaja mengundang Ridwan Tulus dalam acara rapat khusus tersebut setelah Sabine mendapat referensi tentang Ridwan Tulus dan Green Tourism Institute dari Presiden HospitalityXperts, Michael Vastardis yang telah lama bekerjasama dengan Tourism for All Yunani.

Baca Juga

"Beliau (Sabine, red) ingin sekali mendengar langsung tentang bagaimana membuat destinasi wisata yang menyehatkan dengan Forest Healing dan Oceanic Healing sebagai Green Tourism Destination yang digagas oleh Green Tourism Institute. Dan bersama para expert pariwisata dibantu oleh Kementerian Ekonomi Jerman akan bekerjasama dalam memberi solusi kepariwisataan saat pandemi ini dan akan datang," sebut Dwigita T Purisa dalam pesannya itu.

Tidak sampai di situ, Dwigita menerangkan, pembicaraan Ridwan Tulus dengan Sabine dilanjutkan sambil ngopi santai di sebuah lounge hotel Kota Padang.

"Ridwan Tulus yang juga pimpinan dari sebuah green tour operator www.sumatraandbeyond.co dan presiden dari International Green Tour Operator (IGTO) ketika melakukan promosi pariwisata Indonesia di Jerman, Belgia dan Inggris bersama Kemenparekraf," jelas Dwigita.

Dwigita menambahkan, banyak sekali tour operator, perusahaan, sekolah, universitas dan komunitas yang sangat tertarik dengan program-program wisata yang dijualnya, dimana semua peserta akan terlibat langsung di sebuah destinasi dengan ikut Protect the Cultures, Protect the Natures, Enpower and Bring benefit for local people serta Support Conservation sesuai dengan visi dan misi dari Green Tourism Institute.

Dwigita melanjutkan, ketika Ridwan Tulus diundang untuk memberi kuliah umum diprogram master Sekolah Tinggi Ilmu Hayati - ITB November 2019, atau lima bulan sebelum pandemi, Ridwan Tulus sudah bicara didepan para master dan guru besar tentang bagaimana membuat destinasi wisata yang menyehatkan sebagai Green Tourism Destination, dengan Forest Healing dan Oceanic Healing.

"Seandainya pemerintah kita jeli dan mau mensupport GTI, Insya Allah, program ini bisa menjadi solusi saat pandemi ini dan akan datang," kata Dwigita.

Luar biasanya, lanjutnya, ketika melihat program di www.greentourism-institute.org Dr Mark Lee CEO Asia Pacific Institute yang bermarkas di Hongkong meminta Ridwan Tulus untuk bicara dalam acara yang sangat khusus acara khusus "CEO Roundtable" pada 14 Juli, 2021 lalu, dan diketahui ada kesan pesimistis Ridwan Tulus karena justru di negeri ini ide dan gagasannya tidak begitu digubris.

"Di penutup diskusi kami, Ridwan tetap optimistis dengan visi dan misinya dan berharap pemerintah jeli dan mengajak semua yang ingin membantu program-programnya untuk mari bersama menjadikan Indonesia sebagai Green Tourism Destination dan menjadi solusi dan rule model untuk pariwisata dunia," tutup Dwigita.

Komentar