Surau juga Berperan Lahirkan Pemimpin Bangsa

Metro- 09-11-2021 17:51
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur  hadiri alek batagak kudo-kudo di Lubuk Tajun Pakandangan, Senin (8/11) kemarin. (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur hadiri alek batagak kudo-kudo di Lubuk Tajun Pakandangan, Senin (8/11) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Jemaah bersama pengurus dan panitia pembangunan Surau Lubuak Tajun Korong Sarang Gagak Nagari Pakandangan Kecamatan Anam Lingkuang, Kabupaten Padangpariaman, laksanakan prosesi alek batagak kudo-kudo untuk surau itu.

Acara alek batagak kudo-kudo surau milik kaum Sikumbang dibawah payuang sakaki dan karih nan sabilah Suhatri Bur Datuak Putiah ini yang juga Bupati Padangpariaman itu, dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Senin (8/11) kemarin.

Dalam sambutannya, Suhatri Bur selaku yang punya hajatan ucapkan selamat datang kepada para undangan khususnya Gubernur Sumbar Bapak Gubernur rombongan.

Baca Juga

"Dengan batagak kudo-kudo ini, pembangunan rumah ibadah atau surau maupun rumah pribadi jadi lebih cepat selesai. Rasa kekeluargaan membuat masyarakat sekitar bergotong-royong, mulai dalam hal dana, atap seng hingga pengerjaannya," kata Suhatri Bur.

Sedangkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah juga menyambut baik pelaksanaan alek batagak kudo-kudo surau ini.

"Karena bagi orang Minangkabau masa lalu, surau tak hanya digunakan untuk salat dan belajar mengaji saja. Tapi juga berfungsi sebagai tempat belajar ilmu beladiri silat bagi anak nagari berbagai suku. Bahkan dari surau banyak lahir generasi muda Minang yang sukses sebagai pemimpin bangsa," ucap Mahyeldi.

Dalam tiap nagari, jelas Mahyeldi, peranan surau untuk mencetak kader ulama dan pemimpin di ranah minang memang sudah terbukti. Mahyeldi menxontohnya Buya Bagindo M Leter yang hadir juga saat alek batagak kudo-kudo itu.

Meski sudah berumur 90 tahun lebih. Tapi cara berfikir dan kemampuan menulisnya masih stabil dan sehat.

"Ini fakta dari pendidikan surau yang beliau ikuti dulu. Kita berharap, dari Surau Lubuak Tajun ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan mengikuti jejak Bupati Padangpariaman Suhatri Bur ini," tukas Mahyeldi.

Panitia pembangunan, Arjon menerangkan, surau kaum Sikumbang ini mulai dibangun sejak 2017 lalu. Dana awal untuk pembangunan, dihimpun secara badoncek dari karib kerabat dan dunsanak suku Sikumbang dibawah payuang Datuak Putiah.

"Saat ini kami telah menyelesaikan pembangunan surau yang berukuran 12x12 meter ini, hingga tiang dan dinding. Untuk lanjutan pengerjaan atap, rangka menggunakan baja ringan dan atap memakai pola gotong royong secara adat yang dikenal dengan alek batagak kudo-kudo," kata Arjon.

Sebagaimana diketahui, Surau merupakan salah satu bangunan yang cukup penting bagi masyarakat Minangkabau. Keberadaan Surau bahkan sudah ada sejak Islam masuk ke wilayah Minangkabau, yaitu pada zaman Hindu-Budha.

Surau digunakan sebagai bangunan kebudayaan dan adat, yang juga dimanfaatkan sebagai tempat ritual agama Hindu-Budha. Surau menjadi tempat untuk mempelajari adat, musyawarah, dan membahas hal-hal yang dapat memberikan solusi ideal terhadap problem sosial yang terjadi dalam masyarakat. (*)

Komentar