Rahmat Bagja: Masyarakat Sumbar Dikenal Cukup Kritis

Metro- 16-11-2021 07:04
Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja saat serahkan piala pemenang  kategori video penerimaan permohonan sengketa kepada Bawaslu Kabupaten Sijunjung, Senin malam (15/11). (Foto : Arzil)
Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja saat serahkan piala pemenang kategori video penerimaan permohonan sengketa kepada Bawaslu Kabupaten Sijunjung, Senin malam (15/11). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar menggelar acara malam anugerah video tutorial penyelesaian sengketa 2021, yang diadakan di salah satu hotel berbintang di Kota Padang, Senin malam (15/11).

Hadir di acara malam itu, Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, pimpinan Bawaslu Sumbar dan kabupaten kota serta undangan lainnya.

"Acara malam penyerahan anugerah ini jadi oase bagi pihak Bawaslu, karena dengan adanya pandemi tidak ada penghargaan yang diadakan Bawaslu terhadap jajarannya di daerah, akibatnya tidak ada lagi semangat kompetisi diantara mereka untuk menjadi yang terbaik," kata Rahmat Bagja.

Baca Juga

Terkait malam penghargaan yang diadakan Bawaslu Sumbar itu, Rahmat Bagja menilai dengan adanya video tutorial penyelesaian sengketa ini akan jadi panduan bagi pihak Bawaslu dalam menyelesaikan dari sebuah sengketa pemilu atau pemilihan.

Dari pengamatan Rahmat Bagja, Sumbar dikenal dengan warganya yang kritis, maka tidak heran banyak laporan sengketa pemilihan yang ditangani Bawaslu setempat dibanding provinsi lainnya pada periode pemilu atau pemilihan sebelumnya.

"Untuk itu, dengan adanya tutorial video penyelesaian sengketa ini ke depannya bisa menjadikan anggota Bawaslu yang ada di Sumbar dan kabupaten kota diminta untuk bertindak lebih optimal dan profesional dalam jalankan fungsinya terlebih dalam penanganan sengketa pemilihan," kata Rahmat Bagja lagi.

Gubernur Sumbar, Mahyuddin Ansharullah menyebutkan, Bawaslu Sumbar dan kabupaten kota adalah lembaga yang milik kewenangan menerima, memproses dan memutus sengketa pemilu, maupun pilgub, pilwako maupun pilbup.

Dalam pemilu atau pemilihan, jelas ada potensi perselisihan sengketa.

"Makanya perlu ada pemahaman masyarakat tentang proses sengketa pemilihan itu. Bahkan di tatanan penyelenggara pun ada yang beda persepsinya dalam menerapkan aturan, adanya terlalu kaku terapkan aturan ada yang tidak, maka perlu ada standarisasinya," kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi ini peluang sengketa juga, setidaknya bagi pengawasnya.

Kemudian menyinggung video tutorial penyelesaian sengketa, Mahyeldi merasa ini cukup bagus, apalagi masyarakat di Sumbar sudah melek teknologi.

"Melalui video ini juga bisa jadi bahan sosialisasi bagi pengawas, yg penting bagaimana kontennya yang bisa dengan cepat dipahami masyarakat tentang pengawasan dalam pelaksanaan suatu pemilihan atau di pemilu," kata Mahyeldi.

Para Pemenang

Di sisi penilaian video tutorial penyelesaian sengketa yang diadakan Senin malam itu, ada empat kategori penilaian dilakukan yaitu kategori video penerimaan permohonan sengketa, kategori musyawarah secara tertutup/mediasi, kategori musyawarah secara terbuka/adjudikasi, dan kategori sengketa acara cepat.

Sedangkan para pemenang untuk masing-masing kategori itu adalah, untuk kategori video penerimaan permohonan sengketa terpilih terbaik 1 adalah Bawaslu Kabupaten Sijunjung. Terbaik 1 untuk kategori video musyawarah secara tertutup/mediasi diraih Bawaslu Kabupaten Solok Selatan.

Selanjutnya penilaian kategori video kategori musyawarah secara terbuka/adjudikasi dapati Bawaslu Kabupaten Pasaman, dan untuk penilaian kategori sengketa acara cepat diraih Bawaslu Kabupaten Solok.

Komentar