OPD di Pessel Diminta Selektif Susun Anggaran

Metro- 30-11-2021 15:05
Sekkab Pessel, Mawardi Roska saat beri arahan pada OPD setempat soal penyusunan anggaran di masing-masing OPD itu, di Painan, Selasa (30/11). (Dok : Istimewa)
Sekkab Pessel, Mawardi Roska saat beri arahan pada OPD setempat soal penyusunan anggaran di masing-masing OPD itu, di Painan, Selasa (30/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Painan, Arunala - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesisir Selatan (Pessel), Mawardi Roska mengingatkan jajaran OPD di daerahnya untuk tidak mengakali penggunaan anggaran untuk program dan kegiatan yang prioritas di OPD mereka.

Sebaliknya, dirinya meminta pihak OPD untuk selektif menyusun program dan kegiatan yang betul-betul strategis, sehingga sumber daya yang terbatas dapat optimalkan.

"Tak ada istilah mengakali karena akan menyisir secara detail keluaran atau output dari kegiatan yang dilaksanakan," kata Mawardi Roska dihadapan para OPD dalam kick off meeting penyusunan RKPD 2023, di aula Bappeda Litbang Pessel, Sago Painan, Selasa (30/11).

Baca Juga

Untuk diketahui, jelas Mawardi Roska, sudah tidak zamannya lagi OPD menyusun kegiatan yang monoton, dan rutinitas dari tahun ke tahun tanpa ada inovasi.

Dia mencontohkan, seperti kegiatan sosialisasi yang selama ini banyak dianggarkan, namun miskin fungsi.

"Anggaran Rp200 juta, digunakan untuk beli ATK, lalu honorarium dan uang transportasi, sementara sudah banyak media yang bisa digunakan dan sangat murah biaya penyelenggaraannya," kritiknya.

Terkait pemanfaatan dana desa, Mawardi Roska menjelaskan ke depan perlu penataan yang lebih serius, sehingga anggaran yang cukup besar itu bisa dioptimalkan penggunaannya.

"Ada Rp161 miliar dana nagari yang nanti 60 persen ada muatan mandetory, dan 40 persen untuk muatan skala lokal, sehingga ke depan anggaran yang dikucurkan bermanfaat maksimal," kata Mawardi Roska.

Komentar