Optimalkan Budidaya Ikan Kerapu dan Garing

Ekonomi- 06-12-2021 19:00
Kadis DKP Sumbar Desniarti mendampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi berdiskusi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di BIM. (Dokumen Istimewa)
Kadis DKP Sumbar Desniarti mendampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi berdiskusi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di BIM. (Dokumen Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala—Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Sumbar, Senin (6/12). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Desniarti dan Rektor Universitas Andalas Prof Yuliandri mendampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan itu berkaitan dengan diangkatnya beliau sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unand.

Menteri Trenggono mengatakan KKP akan menerapkan kebijakan penangkapan terukur di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) sebagai salah satu langkah strategis menghadirkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang produktif, modern, dan ramah lingkungan.

Baca Juga

Melalui kebijakan ini, pihaknya menargetkan sektor KP berkontribusi besar pada penerimaan negara, penyerapan tenaga kerja, hingga pertumbuhan ekonomi yang merata di daerah, khususnya wilayah pesisir.

Dalam mengimplementasikan kebijakan penangkapan terukur tersebut, Menteri Trenggono menyebut dibutuhkan peranan teknologi sebagai pendukung sehingga aturan yang dibangun berjalan optimal begitu juga hasilnya. Peranan teknologi tersebut di antaranya untuk pengawasan, penangkapan hingga pengolahan hasil perikanan.

Dengan skema kebijakan ini, skema penangkapan nantinya akan dibagi dalam sistem zonasi dan kuota yang diperuntukkan untuk kegiatan komersial dan non komersial. "Kita klaster seperti ini agar ekonomi tidak lagi berpusat di Pulau Jawa. Investor yang datang ke sana (zona) harus berhenti di sana," ungkap Menteri Trenggono.

Selain di bidang perikanan tangkap, riset dan inovasi juga punya andil besar dalam pengembangan perikanan budidaya di Indonesia. "KKP saat ini memiliki program terobosan untuk menggenjot peningkatan produksi komoditas unggulan ekspor, seperti udang, lobster, kepiting dan rumput laut," ucapnya.

Untuk Sumbar sendiri, Trenggono mengharapkan agar optimal memanfaatkan potensi budidaya laut seperti produksi budidaya kerapu untuk ditingkatkan. "Selanjutnya usaha budidaya ikan dewa atau garing yang banyak terdapat di perairan umum (sungai) di Sumbar," pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Desniarti mengatakan pengoptimalan produksi budidaya kerapu dan pembenihan ikan garing ini juga sejalan dengan rencana Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar sendiri. "Selanjutnya ikan garing ini kemudian telah ditebar di perairan-perairan umum Sumbar," ungkap Desniarti seraya berharap kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan memberikan manfaat bagi kemajuan sektor Kelautan dan Perikanan Sumbar. (*)

Komentar