Agoes: Strategi Pengamanan Nataru Berbeda

Metro- 16-12-2021 16:59
Kepala Otban VI Padang, Agoes Soebagio saat siapkan personel yang akan bertugas Posko Nataru di BIM Padangpariaman, Kamis (16/12). (Foto : Arzil)
Kepala Otban VI Padang, Agoes Soebagio saat siapkan personel yang akan bertugas Posko Nataru di BIM Padangpariaman, Kamis (16/12). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Jumat (17/12) ini, Posko pengamaman Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) resmi disiapkan pihak Otoritas Bandara (Otban) VI Padang bersama PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Pembukaan posko Nataru itu merupakan kegiatan rutin dilakukan di bandara ini. Untuk pengamanan Posko Nataru kali ini (2021, red), semua stake holder yang ada di BIM ikut terlibat.

Kepala Otoritas Bandara (Otban) VI Padang,Agoes Soebagio menyebutkan pembukaan posko Nataru di BIM itu merupakan kegiatan rutin dilakukan di bandara ini.

Baca Juga

"Namun kali ini ada strategi pengamanan posko yang berbeda. Diantaranya, tiap stakeholder di BIM buka poskonya masing-masing. Kemudianpembatasan perjalanan masyarakat menggunakan pesawat tidak begitu ketat diberlakukan dibandingkan tahun sebelumnya," kata Agoes Soebagio didampingi EGM AP II BIM, Siswanto kepada media di sela-sela pembukaan Posko Nataru di BIM, Kamis (16/12).

Untuk posko Nataru ini, Agoes menyebutkan akan dibuka selama beberapa hari, tepatnya mulai Jumat (17/12) hingga Selasa, 4 Januari 2022.

Dia juga menambahkan, meski ada kelonggaran pembatasan perjalanan, namun dalam penerapan protokol kesehatan bagi penumpang tetap saja diberlakukan secara ketat.

"Syaratnya yaitu sudah divaksin, sudah diperiksa PCR 3x24 jam atau antigen 1x24 jam dan yang paling penting itu sudah terintegritas dengan aplikasi PeduliLindungi, jadi kami minta kepada masyarakat untuk memenuhi persyaratan tersebut atau rencana penerbangan teriject secara otomatis. Disini kami juga menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan," tambahnya.

Selanjutnya, Agoes mengimbau kepada pelaku perjalanan pesawat yang akan berangkat dari BIMuntuk tetap ikuti panduan keberangkatan misalnya harus punya hasil antigen atau rapid PCR. Apalagi, di BIM sekarang ini fasilitas untuk pelayanan antigen dan rapid PCR di BIM sudah berjalan baik.

Agoes juga meminta semua pihak lakukan langkah diantisipasi mengingat saat ini hingga Januari 2022 kondisi cuaca ekstrim akan berlangsung.

"Soalnya akan adanya peningkatan kapasitas penumpang pada jalur penebang tertentu, misalnya Padang-Jakarta (PP) jelang Natal 2021 dan tahun baru 2022 nanti," kata Agoes Soebagio.

Komentar