Puluhan UMKM Pamerkan Produknya di BIM

Ekonomi- 22-12-2021 12:58
Salah satu sudut pameran produk UMKM yang ada di terminal BIM, Rabu (22/12). (Foto : Arzil)
Salah satu sudut pameran produk UMKM yang ada di terminal BIM, Rabu (22/12). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumbar ikuti kegiatan pameran produk UMKM dan bazar yang diadakan di selasar Terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (22/12).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara AP II BIM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar dan Koperasi Perdagangan Anak Nagari Minangkabau dan pameran serta bazar ini direncanakan selama satu minggu ini, tepatnya hingga 28 Desember ini. Ketua Koperasi Perdagangan Anak Nagari Minangkabau, Rina menyebutkan dengan adanya pameran produk pelaku UMKM bisa menjadi peluang bagi pelaku untuk memasarkan produknya.

"Memang diakui, selama pandemi ini kami dari pelaku UMKM ada mendapat imbasnya, baik dari segi pemasaran, permintaan dari konsumen bahkan ke aspek kuantitas produk. Makanya dengan momen pameran ini kami jelas sangat berharap bisa bangkit kembali ekonominya," kata Rina kepada Arunala.com di sela-sela pameran itu di BIM, Rabu (22/12).

Baca Juga

Dia menyebutkan, pelaku UMKM yang ikut pameran terdiri lima kategori yaitu, kuliner, griya, jasa fashion dan pariwisata.

Kepala bidang (Kabid) Promosi dan Perdagangan Disperindag Sumbar, Riodonal menyampaikan apresiasi pihaknya kepada pihak AP II BIM yang memfasilitasi kegiatan pameran UMKM itu.

"Dalam kondisi pandemi ini, usaha UMKM di Sumbar harus tetap menggeliat, sebab UMKM merupakan usaha yang dinilai masih bisa tingkatkan ekonomi dan mampu bisa bertahan dalam kondisi sekarang," ujar Riodonal.

Dirinya menambahkan, selama pandemi, memang ada kendala dialami pelaku UMKM.

"Selama dua tahun ini tidak banyak yang bisa kami berikan kepada pelaku UMKM itu, hanya melalui online saja pembinaan yang kami lalukan, sedangkan pembinanan secara tatap muka tidak bisa karena pandemi itu," jelas Riodonal.

Tak dipungkiri, lanjutnya, pola tatap muka dalam memasarkan produk bagi pelaku UMKM jelas sangat penting artinya.

"Sebab dengan cara ini, pelaku UMKM langsung bisa berinteraksi dengan calon konsumennya, sekaligus bisa menerangkan jenis-jenis produk yang dibuat pelaku, dan dengan cara ini peluang untuk mendapatkan hasil pemasaran produk mereka lebih terbuka," tukas Riodonal.

Sedangkan EGM AP II BIM, Siswanto meminta pelaku UMKM agar bisa dikenal, harus perhatikan mutu produknya termasuk desain atau kemasannya.

"Apabila kondisi UMKM membaik, ini bisa menggerakkan nilai ekonomi minimal secara regional," kata Siswanto.

Dia juga minta pelaku UMKM juga harus punya aplikasi untuk pemasaran produknya, kemudian di matching-kan dengan aplikasi untuk UMKM yang dimiliki AP II, sehingga hal itu bisa tersebar di 20 cabang AP II yang ada di Indonesia ini.

Sementara, dari pantauan di lokasi pameran terlihat Sementara itu, beberapa produk yang dipamerkan dalam kegiatan itu ada beberapa macam, mulai dari produk kuliner yang sudah dalam bentuk kemasan, mulai dari puding, makanan khas minang yakni rendang, selai buah naga, keripik dari berbagai jenis umbi-umbian.

Ada juga produk Teh kemasan dengan bahan baku daun sungkai, madu, aneka produk anyaman yang dibuat dari bahan daur ulang maupun bahan baru yang dibuat dalam berbagai bentuk misalnya tas tangan, keranjang belanjaan, dan lainnya.

Komentar